| Lahir | 1923 Surakarta, Jawa Tengah |
| Wafat | 1998 |
| Afiliasi | Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN), ICMI |
| Pendidikan |
|
| Bidang | sains, agama |
Pokok Pikiran & Kontribusi
Islamisasi sains melalui integrasi pemahaman ayat-ayat Al-Qur'an dengan temuan fisika modern untuk mempertebal keimanan berbasis nalar ilmiah.
Achmad Baiquni adalah sosok legendaris yang memegang gelar sebagai fisikawan nuklir pertama di Indonesia. Ia menempuh pendidikan doktor di University of Chicago, Amerika Serikat, di bawah bimbingan para fisikawan terkemuka dunia, yang membekalinya dengan pemahaman mendalam tentang struktur fundamental materi dan energi. Sebagai Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) selama lebih dari satu dekade, Baiquni meletakkan fondasi bagi pengembangan riset nuklir untuk tujuan damai di Indonesia, menjadikannya pionir bagi pemanfaatan teknologi tinggi dalam pembangunan nasional.
Namun, signifikansi intelektual Baiquni tidak hanya berhenti di laboratorium. Ia dikenal luas sebagai cendekiawan Muslim yang berani merumuskan gagasan tentang integrasi sains dan agama. Melalui pendekatan yang sering disebut sebagai “Tafsir Ilmi”, ia berargumen bahwa sains modern—seperti teori Dentuman Besar (Big Bang) dan hukum-hukum termodinamika—tidak bertentangan dengan Al-Qur’an, melainkan merupakan bukti kebenaran wahyu yang dapat dijelaskan melalui nalar fisik. Upayanya melakukan pemagaran sains dari sekularisme ekstrem bertujuan untuk menjadikan ilmu pengetahuan sebagai alat untuk mengenal Sang Pencipta.
Pemikiran Baiquni telah menginspirasi lahirnya gerakan Islamisasi sains di kalangan akademisi Indonesia. Ia percaya bahwa seorang ilmuwan Muslim tidak seharusnya memisahkan kehidupan spiritualnya dari kegiatan ilmiahnya. Melalui karya-karyanya seperti “Al-Qur’an, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi”, ia memberikan tawaran eskatologi yang berbasis pada fisika astrofisika, membantu masyarakat memahami konsep-konsep abstrak seperti kehancuran alam semesta melalui kacamata sains. Warisannya tetap relevan sebagai contoh ideal seorang ilmuwan yang mampu menjaga integritas profesional di garis depan teknologi sekaligus memelihara kedalaman spiritualitas.
Karya Utama
- Al-Qur'an, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (1989) Buku
- Islam dan Ilmu Pengetahuan Modern (1983) Buku
- Fisika Modern (Buku Teks) (1980) Buku
Sumber Referensi
Kontributor
Anonim