Adi Utarini
Lahir 1965
Yogyakarta
Afiliasi Universitas Gadjah Mada (UGM), World Mosquito Program (WMP)
Pendidikan
  • Universitas Gadjah Mada (Kedokteran, 1988)
  • University College London (M.Sc Child Health)
  • Umeå University, Swedia (Doktor Kesehatan Masyarakat)
Bidang kesehatan masyarakat, kedokteran, riset epidemiologi

Pokok Pikiran & Kontribusi

Inovasi pengendalian Demam Berdarah melalui bakteri Wolbachia; pendekatan riset berbasis komunitas yang partisipatif; integritas data dalam kebijakan kesehatan publik; sains yang berdampak langsung pada pengurangan beban penyakit.

Prof. Dr. Adi Utarini, M.Sc, MPH, PhD, adalah seorang ilmuwan kesehatan masyarakat terkemuka yang telah menempatkan ilmu pengetahuan Indonesia di garda depan solusi kesehatan global. Melalui kepemimpinannya dalam World Mosquito Program di Yogyakarta, ia berhasil membuktikan efektivitas bakteri Wolbachia dalam menekan drastis penularan virus Demam Berdarah Dengue (DBD). Temuannya yang dipublikasikan di jurnal bergengsi New England Journal of Medicine (NEJM) dianggap sebagai terobosan paling signifikan dalam pengendalian penyakit tropis dalam dekade terakhir.

Kejeniusan Adi Utarini bukan hanya terletak pada riset laboratorium yang sangat presisi, tetapi juga pada kemampuannya membangun kepercayaan masyarakat. Ia sangat menekankan pentingnya pelibatan publik dalam sains; melepaskan miliaran nyamuk ke permukiman penduduk tentu memerlukan pendekatan komunikasi yang sangat humanis dan transparan. Baginya, sains tidak boleh menjadi menara gading. Ia berhasil meyakinkan ribuan warga Yogyakarta untuk menjadi mitra riset, menjadikannya sebuah model keberhasilan community-led science yang kini diadopsi oleh dunia internasional.

Pengakuan atas dedikasinya mengalir deras, termasuk masuknya nama beliau dalam daftar “Nature’s 10” ilmuwan paling berpengaruh di dunia tahun 2020 dan “TIME 100” orang paling berpengaruh tahun 2021. Di lingkungan akademik, ia dikenal sebagai sosok yang sangat rendah hati namun memiliki keteguhan luar biasa dalam metodologi riset. Ia percaya bahwa kebijakan publik di bidang kesehatan harus selalu berpijak pada bukti ilmiah yang kokoh (evidence-based policy) agar dana dan tenaga negara benar-benar menyelamatkan nyawa masyarakat.

Hingga saat ini, Adi Utarini terus mendedikasikan hidupnya sebagai pengajar di UGM dan menjadi inspirasi bagi para peneliti muda Indonesia. Di sela kesibukan sainsnya, ia juga seorang pemain piano yang handal, menunjukkan sisi humanisme dan keseimbangan intelektual. Warisannya adalah sebuah harapan nyata bagi jutaan orang di seluruh dunia untuk terbebas dari ancaman DBD. Ia telah membuktikan bahwa dengan ketekunan, integritas, dan kasih sayang terhadap sesama, seorang ilmuwan Indonesia dapat menghadirkan solusi bagi penderitaan kemanusiaan yang bersifat sejagat.

Karya Utama

  • "Penelitian Efikasi Nyamuk ber-Wolbachia di Yogyakarta" (Published in NEJM) (2021) Publikasi Ilmiah
  • Manajemen Rumah Sakit dan Kebijakan Kesehatan () Buku Teks/Riset

Sumber Referensi

Kontributor

Anonim

Diperbarui: 6 Maret 2026