Adian Husaini

Bojonegoro, Jawa Timur · 1965
Adian Husaini
Lahir 1965
Bojonegoro, Jawa Timur
Afiliasi Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (DDII), INSISTS, Universitas Ibn Khaldun Bogor
Pendidikan
  • Fakultas Kedokteran Hewan, IPB University
  • Magister Hubungan Internasional, Universitas Jayabaya
  • Ph.D. Peradaban Islam, ISTAC-IIUM, Malaysia
Bidang agama, pendidikan, filsafat

Pokok Pikiran & Kontribusi

Melakukan kritik fundamental terhadap sekularisme, pluralisme, dan liberalisme (Virus SPILIS) serta mengusung konsep Islamisasi Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Beradab.

Dr. Adian Husaini adalah seorang intelektual Muslim, penulis produktif, dan pakar pendidikan yang dikenal karena konsistensinya dalam mengkritik hegemoni pemikiran Barat di dunia Islam. Sebagai pendiri Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), ia memainkan peran penting dalam mempopulerkan diskursus Islamisasi ilmu pengetahuan di Indonesia. Latar belakang pendidikannya yang beragam—mulai dari sains kedokteran hewan hingga doktoral dalam peradaban Islam dari institusi bergengsi ISTAC Malaysia—memberinya perspektif yang luas dalam membedah tantangan epistemologis yang dihadapi umat Islam di era modern.

Kontribusi intelektual Adian yang paling mencolok adalah kritiknya terhadap apa yang ia sebut sebagai “Virus SPILIS” (Sekularisme, Pluralisme, dan Liberalisme). Baginya, ketiga ideologi ini merupakan produk sejarah Barat yang asing dan destruktif jika dipaksakan ke dalam bingkai akidah Islam. Melalui bukunya yang monumental, Wajah Peradaban Barat, ia membedah akar sejarah peradaban Barat untuk menunjukkan ketidaksesuaian nilai-nilai sekular dengan pandangan hidup Islam. Ia berargumen bahwa Islam adalah agama yang komprehensif (syamil) yang tidak mengenal pemisahan antara otoritas keagamaan dan urusan publik, politik, maupun sains.

Dalam bidang pendidikan, Adian mengusung konsep “Pendidikan Beradab” sebagai alternatif terhadap sistem pendidikan modern yang dianggapnya terlalu mekanistik dan materialistik. Ia menekankan bahwa tujuan utama pendidikan Islam bukanlah sekadar melahirkan tenaga kerja terampil, melainkan membentuk “Manusia Beradab” yang mengenal Tuhannya dan menempatkan ilmu sesuai proporsinya. Sebagai Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII), ia terus aktif menggerakkan dakwah intelektual melalui tulisan-tulisan tajam dan program pendidikan doktoral, menjadikannya salah satu suara paling berpengaruh di kalangan intelektual Muslim konservatif Indonesia saat ini.

Karya Utama

  • Wajah Peradaban Barat: Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Sekular-Liberal (2005) Buku
  • Pendidikan Islam: Membentuk Manusia Berkarakter dan Beradab (2011) Buku
  • Kemi (Novel Trilogi) (2010) Buku

Sumber Referensi

Kontributor

Anonim

Diperbarui: 7 Maret 2026