Ahman

Kuningan, Jawa Barat · 1958
Ahman
Lahir 1958
Kuningan, Jawa Barat
Afiliasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), ISPI
Pendidikan
  • S1, S2, & S3 Bimbingan dan Konseling, IKIP Bandung (UPI)
Bidang pendidikan

Pokok Pikiran & Kontribusi

Integrasi bimbingan dan konseling dalam sistem pendidikan nasional untuk membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual dengan kematangan kepribadian (social skills).

Ahman adalah seorang pakar bimbingan dan konseling serta psikologi pendidikan yang memiliki kontribusi fundamental dalam pengembangan metodologi layanan konseling di Indonesia. Seluruh jenjang akademisnya ditempuh di IKIP Bandung (sekarang Universitas Pendidikan Indonesia), menjadikannya salah satu pewaris sekaligus pengembang utama tradisi pemikiran pendidikan di institusi tersebut. Sebagai Guru Besar dan mantan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UPI, ia telah membimbing generasi konselor masa depan dengan menekankan bahwa pendidikan yang bermutu tidak boleh mengabaikan aspek perkembangan kepribadian siswa.

Pemikiran Ahman berfokus pada integrasi tiga pilar utama pendidikan: administratif, instruksional (kurikuler), dan bimbingan konseling. Ia berargumen bahwa tanpa dukungan bimbingan yang memadai, proses belajar-mengajar hanya akan menghasilkan individu yang pintar secara kognitif namun rapuh secara mental dan sosial. Baginya, tugas seorang pendidik bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi juga mendampingi proses pencarian identitas dan pengembangan keterampilan sosial siswa agar mereka mampu beradaptasi dengan tantangan kehidupan yang kompleks.

Salah satu sumbangsih praktisnya adalah pengembangan model-model bimbingan khusus untuk anak usia dini dan siswa berkemampuan unggul. Ahman menekankan bahwa setiap fase perkembangan manusia memerlukan pendekatan konseling yang spesifik dan berbasis data empiris. Melalui peran aktifnya di Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI), ia terus mengadvokasi agar profesi bimbingan konseling mendapatkan posisi yang setara dan strategis dalam kebijakan pendidikan nasional. Warisan pemikirannya menegaskan bahwa kematangan emosional dan integritas diri adalah tujuan akhir dari proses pendidikan yang sejati.

Karya Utama

  • Bimbingan dan Konseling di Sekolah (2005) Buku Teks
  • Profil Perkembangan Anak Usia Dini (2012) Artikel Ilmiah
  • Model Layanan Bimbingan untuk Mengembangkan Keterampilan Sosial (2015) Artikel Ilmiah

Sumber Referensi

Kontributor

Anonim

Diperbarui: 8 Maret 2026