Aida Vitayala Sjafri Hubeis
| Lahir | 1947 Jakarta |
| Wafat | 2024 |
| Afiliasi | IPB University |
| Pendidikan |
|
| Bidang | Ilmu Komunikasi, Gender dalam Pembangunan, Sosiologi Pedesaan |
Pokok Pikiran & Kontribusi
Pengarusutamaan gender dalam pembangunan pedesaan; penyuluhan partisipatif sebagai alat pemberdayaan; peran perempuan dalam ketahanan pangan keluarga; pemanfaatan TIK untuk pengembangan sumber daya manusia perempuan di desa.
Prof. Dr. Ir. Aida Vitayala Sjafri Hubeis adalah pakar sosiologi pedesaan dan gender terkemuka dari IPB University yang mendedikasikan lebih dari lima dekade hidupnya untuk isu pemberdayaan masyarakat. Ia dikenal sebagai salah satu pionir akademik yang memasukkan perspektif kesetaraan gender ke dalam kurikulum ilmu pertanian dan pembangunan di Indonesia. Fokus pemikirannya terpusat pada bagaimana strategi komunikasi pembangunan yang partisipatif dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di pedesaan, terutama di kalangan perempuan yang seringkali terabaikan dalam kebijakan formal.
Aida percaya bahwa pembangunan tidak akan pernah mencapai tujuannya jika hanya memandang masyarakat sebagai objek statistik. Baginya, penyuluhan pertanian bukan sekadar transfer teknologi, melainkan proses dialogis untuk membangun kesadaran kritis kaum tani. Dalam riset-risetnya, ia berulang kali membuktikan bahwa perempuan pedesaan memiliki peran sentral dalam menjaga ketahanan pangan keluarga, namun seringkali menghadapi hambatan struktural dalam mengakses sumber daya produksi. Karya-karyanya memberikan kerangka teoritis dan praktis bagi pengarusutamaan gender (gender mainstreaming) di berbagai kementerian dan lembaga negara.
Selain itu, Aida Vitayala sangat peduli pada tantangan era digital bagi masyarakat pedesaan. Ia mendorong penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang inklusif untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan di desa. Ia memandang TIK sebagai alat potensial bagi perempuan pedesaan untuk mendapatkan akses pasar dan edukasi tanpa harus tercerabut dari akar budayanya. Gaya penulisan dan penyampaiannya yang ensiklopedis namun tetap menyentuh sisi kemanusiaan menjadikannya salah satu cendekiawan yang mampu menjembatani dunia akademik yang kaku dengan realitas lapangan yang dinamis.
Warisannya bagi dunia pemikiran Indonesia adalah “Pembangunan yang Berkeadilan Gender”. Ia telah melahirkan banyak akademisi dan praktisi pembangunan yang memiliki sensitivitas sosial tinggi. Aida bukan sekadar profesor di depan kelas; ia adalah seorang intelektual publik yang aktif memberikan masukan pada kebijakan nasional terkait perlindungan perempuan dan pengembangan masyarakat. Sosoknya yang inspiratif tetap dikenang sebagai energi di balik gerakan penguatan peran perempuan dalam sektor pertanian Indonesia, membuktikan bahwa pembangunan sejati dimulai dari pengakuan atas martabat dan kontribusi setiap warga negara.
Karya Utama
- Penyuluhan Pembangunan di Indonesia (2011) Buku
- Pemberdayaan Perempuan dari Masa ke Masa (2010) Buku
- Model Pengarusutamaan Gender: Teori dan Praktek (2005) Buku
Sumber Referensi
Kontributor
Anonim