| Lahir | 1911 Gorontalo |
| Wafat | 1987 |
| Afiliasi | Universitas Padjadjaran, RS Kusta Toto |
| Pendidikan |
|
| Bidang | kesehatan, politik |
Pokok Pikiran & Kontribusi
Kedokteran sebagai alat perjuangan kemanusiaan dan nasionalisme, khususnya dalam upaya eliminasi penyakit kusta melalui pendekatan medis-sosial yang memanusiakan pasien.
Aloei Saboe adalah seorang dokter pejuang dan intelektual asal Gorontalo yang memiliki peran ganda yang luar biasa dalam sejarah Indonesia: sebagai garda terdepan pemberantasan penyakit menular dan sebagai aktivis kemerdekaan yang gigih. Ia dikenal luas sebagai tokoh kunci dalam peristiwa Hari Patriotik 23 Januari 1942 di Gorontalo, di mana rakyat setempat berhasil mengusir penjajah Belanda sebelum kedatangan Jepang. Bagi Aloei Saboe, profesi medis bukanlah sekadar karier, melainkan instrumen perjuangan untuk memerdekakan rakyat dari belenggu fisik (penyakit) maupun politik (penjajahan).
Pemikiran Aloei Saboe di bidang kesehatan sangat maju pada masanya, terutama fokusnya pada eliminasi kusta (lepra). Ia mendedikasikan lebih dari tiga dekade hidupnya untuk meneliti dan mengobati penderita kusta, sebuah penyakit yang saat itu sangat distigma oleh masyarakat. Ia mendirikan pusat perawatan kusta yang humanis di Gorontalo, menekankan bahwa penyembuhan harus mencakup aspek medis sekaligus rehabilitasi sosial. Baginya, martabat pasien adalah prioritas utama dalam pelayanan kesehatan publik. Dedikasi ilmiahnya ini ia teruskan hingga menjadi Guru Besar di Universitas Padjadjaran, Bandung.
Selain kontribusi medis, Saboe adalah seorang pemikir sejarah dan budaya yang tekun. Ia menulis buku tentang masuknya Islam di Gorontalo, berupaya menggali identitas lokal untuk memperkuat rasa kebangsaan. Integritas moralnya teruji dalam berbagai krisis politik, di mana ia selalu memilih berpihak pada kedaulatan Republik Indonesia dan menentang segala bentuk pemecahan wilayah oleh pihak asing. Namanya kini diabadikan sebagai nama rumah sakit umum terbesar di Provinsi Gorontalo, sebuah pengingat akan warisan seorang “Dokter Pejuang” yang menyatukan nalar intelektual dengan pengabdian tanpa batas bagi kemanusiaan.
Karya Utama
- Sejarah Masuknya Islam di Gorontalo (1975) Buku
- Kusta: Masalah Medis dan Sosial di Indonesia (1980) Buku
- Hikayat Gorontalo (Kontributor) (1960) Buku
Sumber Referensi
Kontributor
Anonim