Andi Mustari Pide

Soppeng, Sulawesi Selatan · 1947 – 2018
Andi Mustari Pide
Lahir 1947
Soppeng, Sulawesi Selatan
Wafat 2018
Afiliasi Universitas Ekasakti (UNES) Padang, Universitas Hasanuddin
Pendidikan
  • Sarjana Hukum, Universitas Andalas
  • Doktor Hukum, Universitas Hasanuddin
Bidang hukum, budaya

Pokok Pikiran & Kontribusi

Integrasi nilai-nilai hukum adat dalam sistem hukum nasional serta pelestarian identitas kultural melalui arsitektur dan institusi pendidikan yang inklusif.

Andi Mustari Pide adalah seorang pakar hukum adat, pendidik, dan budayawan asal Sulawesi Selatan yang mendedikasikan hidupnya untuk membangun jembatan intelektual antara tradisi lokal dengan sistem modern. Sebagai seorang perantau di Sumatera Barat, ia berhasil mendirikan Universitas Ekasakti (UNES) di Padang, menjadikannya salah satu tokoh pendidikan swasta yang paling dihormati di tanah Minang. Keberhasilannya berasimilasi hingga mendapatkan gelar adat Minangkabau mencerminkan pemikirannya yang inklusif dan kemampuannya menyinergikan berbagai kearifan lokal nusantara.

Pemikiran hukum Andi Mustari Pide berfokus pada urgensi hukum adat sebagai sumber nilai dalam pembentukan hukum nasional. Ia berargumen bahwa hukum tidak boleh tercerabut dari akar sosiologis masyarakatnya. Melalui karya tulisnya, ia menekankan bahwa prinsip-prinsip seperti Siri’ na Pesse (harga diri dan empati) dari budaya Bugis-Makassar memiliki relevansi kuat sebagai alat kontrol sosial dan perisai integritas bagi para penegak hukum modern. Baginya, modernisasi hukum bukan berarti membuang tradisi, melainkan memurnikan nilai-nilai luhur adat untuk memperkuat keadilan publik.

Kontribusi monumental lainnya adalah pembangunan kompleks rumah adat “Sao Mario” di Batu-Batu, Soppeng. Proyek ini bukan sekadar fisik arsitektur, melainkan perwujudan fisik dari pemikiran budayanya tentang pentingnya menjaga identitas visual bangsa. Di sana, ia menyatukan gaya rumah adat empat etnis besar Sulawesi Selatan sebagai simbol persatuan. Sepanjang hidupnya, Andi Mustari Pide dikenal sebagai sosok dermawan yang memberikan akses pendidikan bagi banyak mahasiswa kurang mampu, membuktikan bahwa integritas seorang intelektual diukur dari kemampuannya memberdayakan sesama melalui ilmu dan kepedulian sosial.

Karya Utama

  • Hukum Adat: Dahulu, Kini, dan Akan Datang (2014) Buku
  • Sao Mario: Kompleks Rumah Adat Sulawesi Selatan (Inisiator) (1990) Karya Arsitektur/Budaya
  • Menuju Hukum Nasional yang Berkarakter Lokal (2005) Esai

Sumber Referensi

Kontributor

Anonim

Diperbarui: 8 Maret 2026