Apridar

Lhokseumawe, Aceh · 1967
Apridar
Lahir 1967
Lhokseumawe, Aceh
Afiliasi Universitas Syiah Kuala, Universitas Malikussaleh
Pendidikan
  • S1, S2, & S3 Ekonomi Pembangunan, Universitas Syiah Kuala
Bidang ekonomi, pendidikan

Pokok Pikiran & Kontribusi

Transformasi ekonomi pasca-konflik melalui konvergensi pertumbuhan berbasis potensi lokal (kelautan/pertanian) dan pengalihan perjuangan militer menjadi perjuangan ekonomi berbasis SDM unggul.

Apridar adalah seorang akademisi dan pakar ekonomi pembangunan yang memiliki kontribusi signifikan dalam memetakan arah masa depan ekonomi Aceh. Sebagai Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) selama dua periode (2010–2018), ia dikenal karena kepemimpinannya yang transformatif, mengubah institusi yang berada di wilayah bekas konflik menjadi salah satu perguruan tinggi negeri yang berkembang pesat di tingkat nasional. Latar belakang hidupnya yang inspiratif—dari seorang pedagang es lilin di masa kecil hingga menjadi profesor ekonomi—memberikan dimensi humanis pada setiap pemikiran teknokratis yang ia kemukakan.

Pemikiran ekonomi Apridar berfokus pada upaya membawa Aceh keluar dari jebakan kemiskinan di tengah kelimpahan dana Otonomi Khusus. Dalam karyanya “Ekonomi Pasca Perang”, ia menekankan pentingnya pengalihan energi masyarakat dari konflik menuju produktivitas ekonomi. Ia merupakan penganjur teori konvergensi pertumbuhan, di mana otonomi daerah harus mampu mempercepat investasi di sektor-sektor strategis seperti kelautan dan pertanian melalui inovasi teknologi. Baginya, pembangunan Aceh tidak bisa hanya bergantung pada transfer dana pusat, melainkan harus didorong oleh kekuatan sumber daya manusia yang terdidik dan mampu mengelola kekayaan alam secara mandiri.

Selain sumbangsih intelektualnya melalui belasan buku referensi ekonomi, Apridar dikenal sebagai tokoh yang menjunjung tinggi etika birokrasi dan integritas akademik. Ia secara vokal menyuarakan agar dana pembangunan dikelola secara transparan untuk kepentingan rakyat banyak, bukan sekadar menjadi obyek perebutan elite politik. Perannya dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif di Aceh menjadikannya sosok pemikir yang warisannya bukan hanya berupa teori ekonomi, melainkan pada ribuan sarjana yang lahir dari visi pencerahannya tentang kemandirian bangsa di tanah Serambi Mekkah.

Karya Utama

  • Ekonomi Pasca Perang (2009) Buku
  • Konvergensi Pertumbuhan Ekonomi (2012) Buku
  • Ekonomi Kelautan (2011) Buku

Sumber Referensi

Kontributor

Anonim

Diperbarui: 8 Maret 2026