Arif Satria

Pekalongan, Jawa Tengah · 1971
Arif Satria
Lahir 1971
Pekalongan, Jawa Tengah
Afiliasi IPB University, ICMI
Pendidikan
  • S1 Ekonomi Pertanian, IPB University
  • S2 Sosiologi Pedesaan, IPB University
  • S3 Marine Policy, Kagoshima University, Jepang
Bidang sosiologi, politik

Pokok Pikiran & Kontribusi

Ekologi politik kelautan yang menekankan pada kedaulatan nelayan lokal serta transformasi tata kelola sumber daya alam melalui konsep ekonomi biru yang berkelanjutan dan inklusif.

Arif Satria adalah seorang ilmuwan ekologi politik dan pemimpin akademik yang memiliki peran krusial dalam memperkuat identitas Indonesia sebagai negara maritim melalui perspektif sosiologis. Sebagai Rektor IPB University sejak 2017, ia dikenal karena visinya yang progresif dalam mentransformasi perguruan tinggi menjadi institusi yang adaptif terhadap perubahan global (Agromaritim 4.0). Kepakarannya di bidang kebijakan kelautan (marine policy) menjadikannya salah satu pemikir strategis yang sering dilibatkan dalam perumusan kebijakan pembangunan nasional, baik di sektor perikanan maupun dalam tata kelola sumber daya alam secara umum.

Pemikiran Arif Satria berfokus pada dinamika relasi kuasa di wilayah pesisir. Dalam karya monumentalnya, Ekologi Politik Nelayan, ia berargumen bahwa kemiskinan masyarakat pesisir bukan sekadar masalah teknis atau ketiadaan modal, melainkan akibat dari struktur politik dan kebijakan yang sering kali meminggirkan nelayan tradisional. Ia memelopori gagasan tentang pentingnya pengakuan hak-hak komunal nelayan dan perlindungan ekosistem laut sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Baginya, konsep “Ekonomi Biru” haruslah berkeadilan sosial, di mana kelestarian laut harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat kecil, bukan hanya menguntungkan korporasi besar.

Di kancah publik, Arif Satria dikenal sebagai intelektual yang menjunjung tinggi integritas dan moderasi. Perannya sebagai Ketua Umum ICMI mencerminkan komitmennya dalam membangun jembatan antara cendekiawan, nilai-nilai keislaman, dan kemajuan sains. Ia juga aktif dalam upaya penguatan integritas lembaga negara, terbukti dari keterlibatannya dalam panitia seleksi pimpinan KPK. Visi kepemimpinannya yang berbasis keteladanan moral dan inovasi menjadikannya representasi penting dari generasi baru pemikir Indonesia yang mampu menyatukan ketajaman akademik dengan pengabdian nyata bagi kedaulatan bangsa di darat maupun di laut.

Karya Utama

  • Ekologi Politik Nelayan (2009) Buku
  • Politik Kelautan dan Perikanan (2015) Buku
  • Globalisasi Perikanan: Reposisi Indonesia (2015) Buku

Sumber Referensi

Kontributor

Anonim

Diperbarui: 8 Maret 2026