Armahedi Mahzar

Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur · 1943
Armahedi Mahzar
Lahir 1943
Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur
Afiliasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Masjid Salman ITB
Pendidikan
  • Institut Teknologi Bandung (S1 Fisika, 1972)
  • University of Arizona, AS (Geofisika)
  • Institut Teknologi Bandung (M.Si. Fisika, 1984)
Bidang fisika, filsafat Islam, integralisme, sains Islam

Pokok Pikiran & Kontribusi

Integralisme Islam sebagai solusi dikotomi ilmu; kesatuan realitas (Unity of Reality) antara materi, informasi, dan nilai; rekonstruksi paradigma sains dan teknologi yang berbasis pada tauhid.

Armahedi Mahzar adalah seorang fisikawan sekaligus filsuf yang memainkan peran pionir dalam upaya mengintegrasikan sains modern dengan teologi Islam di Indonesia. Sebagai salah satu tokoh penting di lingkungan Masjid Salman ITB, ia berupaya menunjukkan bahwa antara nalar saintifik yang eksak dan keimanan Islam yang transendental sebenarnya terdapat jembatan logis yang kokoh. Pemikirannya menjadi inspirasi bagi banyak ilmuwan Muslim yang gelisah terhadap pemisahan antara agama dan ilmu pengetahuan.

Konsep fundamental yang ia perkenalkan adalah “Integralisme Islam”. Mahzar berargumen bahwa realitas tidak boleh dilihat secara fragmented atau terpecah-pecah. Ia membangun sebuah peta realitas yang mencakup dimensi materi (fisika), energi, informasi (biologi/sibernetika), nilai (etika/budaya), hingga puncaknya pada Sumber Nilai (Tuhan). Baginya, sains tanpa nilai spiritual akan menjadi destruktif, sementara agama yang menjauhi sains akan menjadi ketinggalan zaman dan tidak operasional dalam memecahkan masalah kemanusiaan.

Dalam karyanya yang berpengaruh, Integralisme: Sebuah Rekonstruksi Filsafat Islam, ia menawarkan cara pandang baru terhadap alam semesta sebagai sebuah kesatuan yang sistemik. Ia menolak dikotomi antara “ilmu agama” dan “ilmu umum” yang menurutnya telah menyebabkan kemunduran peradaban umat Islam. Mahzar mengusulkan transformasi paradigma di mana setiap aktivitas ilmiah—baik itu di laboratorium fisika maupun di ruang diskusi teologi—harus dipandu oleh prinsip Tauhid yang menyatukan segala fenomena sebagai tanda-tanda kebesaran Pencipta.

Meski pemikirannya cukup teknis dan dipengaruhi oleh perkembangan fisika modern serta teori sistem, Armahedi Mahzar tetap memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Ia melihat integralisme bukan sekadar latihan intelektual, melainkan sebuah revolusi mental yang diperlukan bangsa Indonesia untuk menghadapi tantangan masa depan. Warisannya adalah sebuah kerangka berpikir holistik yang memungkinkan umat Islam untuk merangkul modernitas teknologi tanpa harus kehilangan akar spiritualitasnya yang paling dalam.

Karya Utama

  • Integralisme: Sebuah Rekonstruksi Filsafat Islam (1983) Buku
  • Revolusi Integralisme Islam (2004) Buku
  • Islam Masa Depan (1993) Buku
  • Merumuskan Paradigma Sains dan Teknologi Islami (2004) Buku

Sumber Referensi

Kontributor

Anonim

Diperbarui: 6 Maret 2026