Asep Adang Supriyadi
| Lahir | 1962 Surabaya, Jawa Timur |
| Afiliasi | Universitas Pertahanan (Unhas), TNI AU |
| Pendidikan |
|
| Bidang | teknologi, politik |
Pokok Pikiran & Kontribusi
Penguatan kedaulatan ruang udara nasional melalui penguasaan teknologi penginderaan jauh (radar/satelit) serta integrasi kebijakan keamanan udara sipil dan militer.
Marsekal Muda TNI (Purn.) Prof. Dr. Ir. Asep Adang Supriyadi adalah seorang intelektual militer dan akademisi yang memiliki kontribusi strategis dalam bidang kebijakan kedirgantaraan Indonesia. Setelah menuntaskan karier cemerlang di TNI Angkatan Udara dengan berbagai jabatan operasional penting—termasuk sebagai Komandan Lanud Halim Perdanakusuma dan Sekretaris Utama BNPT—ia melanjutkan pengabdiannya di dunia pendidikan sebagai Guru Besar Tetap di Universitas Pertahanan (Unhan) RI. Keunikan profilnya terletak pada kemampuannya menyinergikan pengalaman lapangan di dunia militer dengan ketajaman analisis akademik yang berbasis pada disiplin ilmu manajemen dan teknologi.
Pemikiran Asep Adang berfokus pada urgensi kedaulatan ruang udara sebagai pilar utama ketahanan nasional. Dalam pidato pengukuhan guru besarnya, ia menekankan bahwa di era perang modern, penguasaan terhadap teknologi penginderaan jauh (remote sensing) seperti radar canggih dan sensor optik adalah kebutuhan mutlak. Ia berargumen bahwa keamanan udara tidak boleh dipandang secara sempit sebagai urusan militer belaka, melainkan harus mencakup perlindungan terhadap keselamatan penerbangan sipil, manajemen bencana, serta pengawasan perbatasan secara proaktif. Baginya, ruang udara yang aman adalah prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi dan kedaulatan politik sebuah negara kepulauan seperti Indonesia.
Selain sumbangsih teknisnya, Asep Adang dikenal sebagai sosok yang sangat menjunjung tinggi integritas pribadi dan kehormatan korps. Ia merupakan penganjur penting bagi pengembangan karakter kepemimpinan yang berbasis pada nilai-nilai bela negara di kalangan generasi muda. Komitmennya terhadap supremasi hukum teruji ketika ia secara tegas melakukan klarifikasi hukum terhadap penyalahgunaan identitasnya oleh pihak lain, menjaga reputasi akademiknya tetap bersih. Warisan intelektualnya di Unhan telah meletakkan landasan kuat bagi studi kebijakan penerbangan yang integratif, mengingatkan kita bahwa pertahanan masa depan sangat bergantung pada keunggulan nalar dan inovasi teknologi udara yang mandiri.
Karya Utama
- Kebijakan Penerbangan Indonesia: Perspektif Pertahanan (2023) Pidato Pengukuhan/Buku
- Manajemen Strategis dalam Penanggulangan Terorisme (2020) Laporan/Esai
Sumber Referensi
Kontributor
Anonim