Bahtiar Effendy

Ambarawa, Jawa Tengah · 1958 – 2019
Bahtiar Effendy
Lahir 1958
Ambarawa, Jawa Tengah
Wafat 2019
Afiliasi Muhammadiyah, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Pendidikan
  • IAIN (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Doktor (Ph.D) Ilmu Politik, Ohio State University, AS
Bidang politik, agama

Pokok Pikiran & Kontribusi

Menganalisis pergeseran paradigma politik Islam di Indonesia dari corak legalistik-formalistik menuju pendekatan substansialistik yang mengutamakan nilai-nilai universal Islam dalam negara.

Prof. Dr. Bahtiar Effendy adalah seorang intelektual Muslim terkemuka dan pakar ilmu politik yang memiliki peran krusial dalam memetakan dinamika hubungan antara Islam dan Negara di Indonesia. Sebagai jembatan antara dunia akademik Barat dan tradisi Islam lokal, ia dikenal karena analisisnya yang objektif, ilmiah, dan mendalam mengenai transformasi aspirasi politik umat Islam. Kiprahnya sebagai Guru Besar dan Dekan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta pimpinan di Muhammadiyah menjadikannya sosok yang sangat berpengaruh dalam mendefinisikan wajah politik Islam kontemporer.

Kontribusi intelektual Bahtiar yang paling fundamental tertuang dalam bukunya, Islam dan Negara. Melalui karya tersebut, ia membedah pergeseran paradigma politik Islam di Indonesia, terutama selama era Orde Baru. Ia berargumen bahwa kegagalan politik Islam di masa lalu seringkali disebabkan oleh pendekatan yang terlalu legalistik-formalistik—yang hanya berfokus pada simbol dan label agama dalam konstitusi. Sebaliknya, ia mempromosikan pendekatan “Substansialisme Islam”, di mana nilai-nilai luhur agama seperti keadilan, kejujuran, dan musyawarah diintegrasikan secara substantif ke dalam kebijakan negara tanpa harus mengubah bentuk formal negara menjadi teokrasi.

Pemikiran Bahtiar Effendy membantu meredakan ketegangan (antagonisme) antara kelompok Islam dan negara dengan menawarkan visi tentang Indonesia sebagai negara religius yang inklusif. Ia meyakini bahwa Islam dapat berpartisipasi aktif dalam demokrasi tanpa harus kehilangan jati diri spiritualnya. Kemampuannya menjelaskan fenomena munculnya kelas menengah Muslim baru yang lebih terdidik dan moderat memberinya keunggulan dalam memprediksi arah masa depan masyarakat madani Indonesia. Warisan pemikirannya tetap menjadi rujukan utama bagi siapa pun yang ingin memahami bagaimana agama dan politik dapat berdampingan secara harmonis di sebuah negara yang majemuk.

Karya Utama

  • Islam dan Negara: Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia (1998) Buku
  • Repolitisasi Islam: Pernahkah Islam Berhenti Berpolitik? (2000) Buku
  • Teologi Baru Politik Islam (2001) Buku

Sumber Referensi

Kontributor

Anonim

Diperbarui: 7 Maret 2026