Bambang Hero Saharjo

Jambi · 1964
Bambang Hero Saharjo
Lahir 1964
Jambi
Afiliasi IPB University
Pendidikan
  • Sarjana Kehutanan (S1), IPB University, 1987
  • Master of Agriculture (M.Agr.), Kyoto University, Jepang, 1996
  • Doktor (Dr.), Kyoto University, Jepang, 1999
Bidang ekologi hutan, silvikultur, forensik kebakaran

Pokok Pikiran & Kontribusi

Menekankan pada supremasi sains dalam penegakan hukum lingkungan serta penghitungan kerugian ekologis yang mencakup biaya pemulihan ekosistem dan dampak kesehatan jangka panjang.

Bambang Hero Saharjo adalah seorang Guru Besar di Fakultas Kehutanan IPB University yang dikenal secara luas sebagai “Ahli Forensik Kebakaran Hutan” terkemuka di Indonesia. Ia merupakan sosok intelektual yang memiliki keberanian luar biasa dalam menggunakan sains untuk melawan kejahatan lingkungan yang dilakukan oleh korporasi besar. Reputasinya dibangun di atas ribuan jam kerja di lapangan serta kesaksian ahli dalam ratusan kasus persidangan yang mengungkap penyebab nyata kebakaran hutan and lahan (karhutla) serta menghitung kerugian ekologis yang ditimbulkannya bagi negara and rakyat.

Pemikiran fundamental Bambang Hero Saharjo berakar pada keyakinan bahwa “sains harus menjadi panglima” dalam penegakan hukum lingkungan. Ia mengembangkan metodologi ilmiah yang presisi, menggunakan kombinasi citra satelit and analisis laboratorium tanah serta vegetasi, untuk membedakan antara kebakaran alami and pembakaran yang disengaja demi kepentingan pembukaan lahan korporasi. Baginya, kerugian akibat kejahatan lingkungan tidak boleh hanya dihitung dari nilai ekonomi kayu yang hilang, melainkan harus mencakup biaya pemulihan ekosistem, hilangnya keanekaragaman hayati, serta dampak kesehatan masyarakat jangka panjang yang sering kali terabaikan dalam sistem hukum tradisional.

Keberpihakan Bambang pada integritas ekologis membuatnya sering kali menghadapi tekanan besar, termasuk gugatan balik bernilai miliaran rupiah dari perusahaan-perusahaan yang terbukti bersalah berdasarkan bukti ilmiahnya. Namun, dedikasinya tetap teguh, didorong oleh prinsip bahwa membiarkan perusakan alam tanpa pertanggungjawaban yang adil adalah bentuk pengkhianatan terhadap generasi masa depan. Atas dedikasi and integritasnya tersebut, ia menerima penghargaan internasional bergengsi John Maddox Prize pada tahun 2019, menjadikannya simbol ketangguhan ilmuwan dalam mempertahankan kebenaran objektif di tengah pusaran kepentingan ekonomi and politik yang kuat.

Karya Utama

  • Pengendalian Kebakaran Hutan & Lahan yang Efektif: Menuju Langit Biru (2016) Buku
  • Manual for the Control of Fire in Peatlands and Peatland Forest (2005) Buku (Co-author)

Sumber Referensi

Kontributor

Anonim

Diperbarui: 8 Maret 2026