Basri Hasanuddin

Polewali Mandar, Sulawesi Barat · 1939
Basri Hasanuddin
Lahir 1939
Polewali Mandar, Sulawesi Barat
Afiliasi Universitas Hasanuddin (UNHAS)
Pendidikan
  • University of the Philippines (Ph.D. in Economics)
Bidang Ekonomi Pembangunan, Manajemen Pendidikan, Kebijakan Publik

Pokok Pikiran & Kontribusi

Investasi sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan tinggi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah; perlunya kepemimpinan strategis dalam reformasi birokrasi; pemerataan pembangunan di wilayah Timur Indonesia melalui penguatan institusi lokal.

Prof. Dr. Basri Hasanuddin, M.A. adalah figur sentral dalam sejarah pendidikan dan pemerintahan di Indonesia Timur. Sebagai mantan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat di era Presiden Abdurrahman Wahid, ia dikenal sebagai arsitek pengembangan sumber daya manusia yang handal. Latar belakang pendidikannya di bidang ekonomi pembangunan dari University of the Philippines memberinya landasan kuat dalam merancang peta jalan kemajuan wilayah tertinggal melalui penguatan sektor pendidikan dan kesejahteraan sosial.

Pemikiran utama Basri berakar pada keyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan hanya bisa dicapai jika sebuah bangsa berinvestasi besar-besaran pada manusia. Selama memimpin Unhas, ia melakukan gebrakan besar dengan mengirimkan ribuan dosen untuk menempuh studi lanjut ke luar negeri, meyakini bahwa kualitas institusi sangat bergantung pada kualitas otak di dalamnya. Ia juga menjadi aktor intelektual di balik pembentukan Provinsi Sulawesi Barat, dengan visi untuk membawa pelayanan negara dan akses pendidikan lebih dekat ke akar rumput di tanah Mandar dan sekitarnya.

Dalam ranah kebijakan publik, Basri menekankan pentingnya “strategic thinking” atau berpikir strategis bagi setiap pemimpin birokrasi. Ia memandang bahwa kemiskinan bukan sekadar masalah ketiadaan materi, melainkan masalah ketiadaan akses dan peluang yang seringkali tersumbat oleh birokrasi yang lamban. Pengalamannya sebagai Duta Besar Indonesia untuk Iran juga memperluas cakrawala pemikirannya mengenai diplomasi ekonomi dan bagaimana sebuah negara berkembang harus mempertahankan martabatnya di mata internasional melalui kemandirian SDM.

Hingga masa purnatugasnya, Prof. Basri tetap aktif menjadi penasihat bagi berbagai institusi pendidikan, termasuk membidani lahirnya Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar). Ia adalah sosok “begawan” yang dihormati karena kesetiaannya pada prinsip bahwa pendidikan adalah alat pembebasan dari kemiskinan. Baginya, tugas seorang ilmuwan ekonomi bukanlah sekadar menghitung angka pertumbuhan, melainkan memastikan narasi pembangunan tersebut mampu menyentuh dan mengangkat harkat hidup manusia yang paling membutuhkan.

Karya Utama

  • Pembangunan Ekonomi di Wilayah Timur Indonesia (1995) Buku
  • Bundel Kisah untuk Sang Guru: 80 Tahun Basri Hasanuddin (2019) Biografi/Pemikiran
  • Dinamika Manajemen Perguruan Tinggi di Indonesia (2002) Buku

Sumber Referensi

Kontributor

Anonim

Diperbarui: 8 Maret 2026