Budi Darma

Rembang, Jawa Tengah · 1937 – 2021
Budi Darma
Lahir 1937
Rembang, Jawa Tengah
Wafat 2021
Afiliasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
Pendidikan
  • Universitas Gadjah Mada (Drs., 1963)
  • University of Hawaii (M.A., 1971)
  • Indiana University, AS (Ph.D., 1980)
Bidang Sastra, Humaniora & Kajian Budaya, Pendidikan, Psikologi

Pokok Pikiran & Kontribusi

Absurdisme dan Eksistensialisme; Alienasi (Keterasingan) Manusia Modern; Kompleksitas Psikologi dan Kedengkian; Teknik Kolase dalam Narasi Sastra; Sastra sebagai Bedah Moral Bangsa.

Prof. Dr. Budi Darma adalah begawan sastra Indonesia yang dikenal karena kemampuannya membedah lapisan terdalam psikologi manusia melalui gaya penceritaan yang absurd. Melalui karyanya, ia tidak hanya menyuguhkan cerita, tetapi melakukan sebuah “operasi bedah” terhadap eksistensi manusia modern yang seringkali terjebak dalam kesepian, prasangka, dan kedengkian. Novelnya, Olenka, dan kumpulan cerpen Orang-orang Bloomington, dianggap sebagai tonggak penting dalam sastra Indonesia karena memperkenalkan teknik narasi yang dingin, objektif, namun sangat menusuk ke inti emosional pembaca.

Pemikiran Budi Darma berpusat pada konsep “alienasi” atau keterasingan. Ia melihat bahwa manusia modern, meskipun berada di tengah keramaian, seringkali merasa asing terhadap lingkungannya dan bahkan terhadap dirinya sendiri. Ia sangat mahir menggambarkan “penyakit jiwa” keseharian, seperti rasa ingin tahu yang obsesif terhadap urusan orang lain atau kecurigaan yang tak beralasan. Baginya, sastra adalah ruang solilokui—sebuah percakapan dengan diri sendiri—untuk memahami mengapa manusia bisa menjadi begitu kejam sekaligus begitu rapuh secara bersamaan. Ia sering menggunakan teknik kolase, menempelkan serpihan-serpihan realitas sehari-hari ke dalam fiksi untuk menciptakan efek realitas yang pecah.

Di luar aktivitas kreatifnya, Budi Darma adalah seorang akademisi dan kritikus yang gigih memperjuangkan kejujuran intelektual. Ia melihat korupsi dan mafia hukum bukan sekadar masalah hukum, melainkan manifestasi dari “kekosongan spiritual” dan “tunamoral” bangsa. Melalui esai-esainya yang tajam, ia mengkritik para politisi dan birokrat yang kehilangan inersia moral. Ia percaya bahwa kebudayaan suatu bangsa hanya bisa tegak jika individu-individunya berani menghadapi sisi gelap diri mereka sendiri. Budi Darma meninggalkan warisan berupa cara pandang baru dalam melihat manusia: bahwa di balik wajah yang sopan, terdapat labirin emosi yang kompleks yang menanti untuk dipahami.

Karya Utama

  • Olenka (1983) Novel
  • Orang-orang Bloomington (1980) Kumpulan Cerpen
  • Rafilus (1988) Novel
  • Solilokui (1983) Esai Sastra

Sumber Referensi

Kontributor

Anonim

Diperbarui: 8 Maret 2026