Burhanuddin Daya

Bukittinggi, Sumatra Barat · 1938 – -
Burhanuddin Daya
Lahir 1938
Bukittinggi, Sumatra Barat
Wafat -
Afiliasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Pendidikan
  • IAIN Sunan Kalijaga (Drs., 1968)
  • McGill University, Kanada (M.A. Islamic Studies, 1974)
  • IAIN Sunan Kalijaga (Doktor, 1988)
Bidang Agama & Teologi, Ilmu Sosial & Sosiologi, Sejarah Islam, Perbandingan Agama

Pokok Pikiran & Kontribusi

Modernisme Islam dan Gerakan Pembaharuan; Agama Dialogis (Dialektika Idealita dan Realita); Oksidentalisme (Studi Barat yang Objektif); Metodologi Studi Agama Saintifik-Doktriner.

Prof. Dr. Burhanuddin Daya adalah sosiolog agama terkemuka yang melanjutkan tradisi pemikiran kritis dan objektif dalam studi agama di Indonesia. Sebagai murid langsung dari Prof. Mukti Ali, ia menjadi salah satu pilar utama di UIN Sunan Kalijaga dalam mengembangkan Ilmu Perbandingan Agama yang bersifat saintifik-doktriner. Karyanya yang paling monumental, Gerakan Pembaharuan Pemikiran Islam: Kasus Sumatra Thawalib, adalah studi mendalam tentang bagaimana transformasi institusi pendidikan tradisional menjadi mesin pembaruan intelektual yang membentuk wajah Islam modern di Indonesia.

Pemikiran Burhanuddin Daya berfokus pada apa yang ia sebut sebagai “Agama Dialogis”. Ia berargumen bahwa hubungan antaragama tidak boleh hanya berhenti pada level toleransi formalitas atau kerukunan semu yang dipaksakan oleh negara. Sebaliknya, harus ada dialektika yang jujur antara idealitas ajaran agama dengan realitas sosial yang majemuk. Ia menekankan pentingnya “dialog kehidupan”, di mana umat beragama bekerja sama menyelesaikan masalah-masalah kemanusiaan yang nyata. Baginya, mempelajari agama lain bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk memperluas cakrawala pemahaman tentang kebenaran dalam konteks kemanusiaan yang universal.

Burhanuddin juga merupakan penggagas penting studi “Oksidentalisme” di kalangan intelektual Muslim Indonesia. Ia mendorong para ilmuwan Timur untuk mempelajari Barat secara kritis dan objektif, sebagaimana Barat mempelajari Timur melalui Orientalisme. Tujuannya bukan untuk konfrontasi, melainkan untuk mencapai keseimbangan pengetahuan yang adil. Melalui buku-bukunya yang menjadi rujukan wajib di berbagai perguruan tinggi agama, ia mengajarkan bahwa keimanan yang kokoh tidak perlu takut pada analisis sosiologis. Kontribusinya dalam meletakkan dasar-dasar metodologi studi agama telah melahirkan generasi intelektual yang mampu mendamaikan teks-teks suci dengan konteks sosial yang terus berubah.

Karya Utama

  • Gerakan Pembaharuan Pemikiran Islam - Kasus Sumatra Thawalib (1990) Buku
  • Agama-agama Dialogis - Merenda Dialektika Idealita dan Realita Hubungan Antaragama (2004) Buku
  • Ilmu Perbandingan Agama di Indonesia (1996) Buku

Sumber Referensi

Kontributor

Anonim

Diperbarui: 8 Maret 2026