Dadang Hawari
| Lahir | 1940 Pekalongan, Jawa Tengah |
| Wafat | 2021 |
| Afiliasi | Universitas Indonesia (FKUI), RS Islam Jakarta |
| Pendidikan |
|
| Bidang | Kedokteran & Kesehatan, Psikologi, Agama & Teologi |
Pokok Pikiran & Kontribusi
Psikiatri Religi (Integrasi Medis dan Spiritual); Metode BPSS (Biopsikososiospiritual); Penguatan Iman sebagai Terapi Mental; Peran Keluarga dalam Rehabilitasi Narkoba.
Prof. Dr. dr. Dadang Hawari, Sp.KJ adalah pionir psikiatri religi di Indonesia yang berhasil menjembatani kesenjangan antara sains medis dan dimensi spiritualitas. Di tengah dominasi pendekatan materialis dalam kedokteran jiwa, ia memperkenalkan paradigma “Biopsikososiospiritual” (BPSS) yang meyakini bahwa penyembuhan gangguan mental tidak cukup hanya dengan intervensi kimiawi atau terapi perilaku, melainkan harus menyentuh akar terdalam manusia, yaitu keimanan. Baginya, kesehatan jiwa adalah keseimbangan antara raga, akal, sosial, dan hubungan hamba dengan Tuhannya.
Pemikiran Dadang Hawari sangat populer karena kemampuannya menyederhanakan konsep-konsep psikiatri yang rumit menjadi panduan praktis berbasis nilai-nilai agama. Ia menegaskan bahwa doa, zikir, dan kepasrahan kepada Tuhan adalah elemen penguat sistem imun mental yang sangat efektif dalam menghadapi stres, kecemasan, dan depresi di era modern. Dalam menangani kasus penyalahgunaan narkoba, ia menekankan bahwa pertobatan spiritual dan dukungan keluarga yang penuh kasih sayang jauh lebih menentukan keberhasilan rehabilitasi dibandingkan sekadar detoksifikasi fisik.
Meskipun pandangannya terkadang memicu perdebatan di kalangan akademisi liberal karena sifatnya yang normatif-teologis, Dadang tetap menjadi rujukan utama bagi masyarakat luas dan penegak hukum sebagai saksi ahli psikiatri terkemuka. Ia percaya bahwa integritas moral seorang individu adalah cerminan dari kesehatan mentalnya. Melalui puluhan karya tulisnya, ia meninggalkan warisan penting bagi dunia kesehatan Indonesia: bahwa di balik setiap sel saraf yang bekerja, terdapat jiwa yang merindukan kedamaian spiritual, dan tugas seorang dokter adalah merawat keduanya secara utuh.
Karya Utama
- Al-Qur'an - Doa dan Zikir sebagai Pelengkap Terapi Medis (1995) Buku
- Manajemen Stres, Cemas, dan Depresi (2001) Buku
- Penyalahgunaan Narkoba dan Zat Adiktif (1997) Buku
Sumber Referensi
Kontributor
Anonim