Dadang Hawari

Pekalongan, Jawa Tengah · 1940 – 2021
Dadang Hawari
Lahir 1940
Pekalongan, Jawa Tengah
Wafat 2021
Afiliasi Universitas Indonesia (FKUI), RS Islam Jakarta
Pendidikan
  • Universitas Indonesia (dr., 1965; Spesialis, 1973; Doktor, 1990)
Bidang Kedokteran & Kesehatan, Psikologi, Agama & Teologi

Pokok Pikiran & Kontribusi

Psikiatri Religi (Integrasi Medis dan Spiritual); Metode BPSS (Biopsikososiospiritual); Penguatan Iman sebagai Terapi Mental; Peran Keluarga dalam Rehabilitasi Narkoba.

Prof. Dr. dr. Dadang Hawari, Sp.KJ adalah pionir psikiatri religi di Indonesia yang berhasil menjembatani kesenjangan antara sains medis dan dimensi spiritualitas. Di tengah dominasi pendekatan materialis dalam kedokteran jiwa, ia memperkenalkan paradigma “Biopsikososiospiritual” (BPSS) yang meyakini bahwa penyembuhan gangguan mental tidak cukup hanya dengan intervensi kimiawi atau terapi perilaku, melainkan harus menyentuh akar terdalam manusia, yaitu keimanan. Baginya, kesehatan jiwa adalah keseimbangan antara raga, akal, sosial, dan hubungan hamba dengan Tuhannya.

Pemikiran Dadang Hawari sangat populer karena kemampuannya menyederhanakan konsep-konsep psikiatri yang rumit menjadi panduan praktis berbasis nilai-nilai agama. Ia menegaskan bahwa doa, zikir, dan kepasrahan kepada Tuhan adalah elemen penguat sistem imun mental yang sangat efektif dalam menghadapi stres, kecemasan, dan depresi di era modern. Dalam menangani kasus penyalahgunaan narkoba, ia menekankan bahwa pertobatan spiritual dan dukungan keluarga yang penuh kasih sayang jauh lebih menentukan keberhasilan rehabilitasi dibandingkan sekadar detoksifikasi fisik.

Meskipun pandangannya terkadang memicu perdebatan di kalangan akademisi liberal karena sifatnya yang normatif-teologis, Dadang tetap menjadi rujukan utama bagi masyarakat luas dan penegak hukum sebagai saksi ahli psikiatri terkemuka. Ia percaya bahwa integritas moral seorang individu adalah cerminan dari kesehatan mentalnya. Melalui puluhan karya tulisnya, ia meninggalkan warisan penting bagi dunia kesehatan Indonesia: bahwa di balik setiap sel saraf yang bekerja, terdapat jiwa yang merindukan kedamaian spiritual, dan tugas seorang dokter adalah merawat keduanya secara utuh.

Karya Utama

  • Al-Qur'an - Doa dan Zikir sebagai Pelengkap Terapi Medis (1995) Buku
  • Manajemen Stres, Cemas, dan Depresi (2001) Buku
  • Penyalahgunaan Narkoba dan Zat Adiktif (1997) Buku

Sumber Referensi

Kontributor

Anonim

Diperbarui: 8 Maret 2026