| Lahir | 1940 Muntilan, Magelang, Jawa Tengah |
| Wafat | 2014 |
| Afiliasi | Universitas Gadjah Mada (UGM), Pusat Studi Pancasila (PSP) UGM |
| Pendidikan |
|
| Bidang | filsafat, budaya |
Pokok Pikiran & Kontribusi
Meletakkan dasar-dasar Filsafat Jawa kontemporer melalui sintesis antara filsafat proses Whitehead, tasawuf Islam, dan kearifan lokal guna memperkuat dimensi moral Pancasila.
Prof. Dr. Damardjati Supadjar adalah seorang begawan filsafat yang memiliki tempat unik dalam sejarah pemikiran Indonesia sebagai peletak dasar Filsafat Jawa yang sistematis dan akademis. Sebagai Guru Besar di Universitas Gadjah Mada, ia berhasil menjembatani jurang antara tradisi intelektual Barat yang rasional-analitis dengan kedalaman spiritualitas Timur yang intuitif-sintetis. Keahliannya dalam filsafat proses Alfred North Whitehead ia gunakan sebagai alat bedah untuk memahami konsep ketuhanan dan semesta, yang kemudian ia dialogkan secara kreatif dengan khazanah kejawen dan tasawuf Islam.
Kontribusi intelektual utama Damardjati terletak pada usahanya merumuskan filsafat Pancasila bukan sekadar sebagai ideologi politik kenegaraan, melainkan sebagai kristalisasi pandangan hidup (weltanschauung) bangsa yang berakar pada kearifan lokal. Ia menekankan pentingnya konsep Sangkan Paraning Dumadi (asal-usul dan tujuan akhir) dan Manungaling Kawula Gusti sebagai landasan etika bagi manusia Indonesia dalam berbangsa. Melalui pendekatan othak-athik gathuk yang cerdas, ia mampu menjelaskan persoalan ontologis dan epistemologis yang rumit menggunakan metafora pewayangan dan bahasa rakyat, menjadikannya filsuf yang membumi namun tetap memiliki kedalaman teoretis yang tajam.
Bagi Damardjati, filsafat bukanlah sekadar hafalan teori, melainkan sebuah jalan hidup (laku). Ia mengadvokasi “Revolusi Spiritual” sebagai kunci kemajuan bangsa, di mana perubahan harus dimulai dari penjernihan batin dan penguatan adab (ojo dumeh). Warisan pemikirannya dalam buku-buku seperti Sumurupa Byar-e dan Nawangsari tetap menjadi rujukan primer bagi kajian filsafat kebudayaan di Indonesia. Sosoknya dikenang sebagai intelektual yang konsisten dalam kesederhanaan, yang berhasil membuktikan bahwa tradisi lokal memiliki kekayaan filosofis yang setara dengan pemikiran global dalam menjawab tantangan eksistensial manusia modern.
Karya Utama
- Filsafat Ketuhanan Menurut Alfred North Whitehead (1990) Buku
- Nawangsari: Butir-butir Renungan Agama, Spiritualitas, Budaya (1994) Buku
- Sumurupa Byar-e: Menyingkap Rahasia Awal-Akhir, Lahir Batin (2005) Buku
Sumber Referensi
Kontributor
Anonim