Dandhy Laksono
| Lahir | 1976 Lumajang, Jawa Timur |
| Afiliasi | Watchdoc, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ekspedisi Indonesia Baru |
| Pendidikan |
|
| Bidang | jurnalisme investigasi, film dokumenter, sosiologi visual |
Pokok Pikiran & Kontribusi
Kedaulatan pangan dan energi; kritik terhadap oligarki pertambangan; jurnalisme warga dan komunitas; visualisasi isu-isu struktural yang tersembunyi; keberpihakan pada masyarakat adat.
Dandhy Dwi Laksono adalah seorang pemikir visual dan jurnalis investigasi yang berhasil mengubah cara masyarakat Indonesia memahami kedaulatan dan kekuasaan. Melalui rumah produksi Watchdoc yang ia dirikan, ia melakukan dekonstruksi terhadap narasi-narasi resmi pembangunan yang sering kali mengabaikan keselamatan ekologi dan hak-hak masyarakat lokal. Dandhy adalah sosok yang menggunakan kamera dan perjalanan fisik melintasi Nusantara sebagai metode riset sosiologis untuk menyibak realitas pahit di balik gemerlapnya investasi.
Kontribusi intelektual terbesarnya adalah kemampuannya menghubungkan isu-isu makro seperti ekonomi energi dan politik elit dengan dampak mikronya pada kehidupan rakyat jelata. Film dokumenternya yang fenomenal, Sexy Killers, berhasil membongkar jaring-jaring oligarki yang menghubungkan industri pertambangan batubara dengan kursi kekuasaan di Jakarta. Bagi Dandhy, jurnalisme sejati haruslah bersifat publik dan independen dari kontrol modal dan politik. Ia mempopulerkan konsep “Ekspedisi Indonesia Baru”—sebuah perjalanan berkelanjutan untuk mendokumentasikan kearifan lokal dalam mengelola sumber daya alam sebagai alternatif dari model pembangunan yang ekstraktif.
Dandhy juga dikenal sebagai pendukung gigih otonomi daerah dan hak-hak masyarakat adat. Ia berargumen bahwa solusi atas berbagai krisis di Indonesia sering kali sudah ada di tangan rakyat sendiri, namun seringkali terhambat oleh sentralisme kebijakan. Ia tak segan menghadapi risiko hukum dan intimidasi fisik demi mempertahankan kejujuran temuannya di lapangan. Keberaniannya dalam memproduksi karya seperti Dirty Vote di tengah tensi politik tinggi menunjukkan integritasnya sebagai intelektual publik yang menjadikannya sebagai instrumen pendidikan politik bagi jutaan rakyat Indonesia.
Warisannya adalah sebuah genre baru dalam intelektualisme Indonesia: “Intelektualisme Kelana” yang berbasis pada data lapangan yang autentik dan visualisasi yang menggugah nalar dan emosi. Ia mengajarkan bahwa seorang pemikir tidak boleh hanya duduk diam di belakang meja rias kota besar, melainkan harus merasakan debu dan air di pelosok yang terlupakan. Dandhy Laksono adalah penjaga gawang akal sehat warga negara yang menuntut pertanggungjawaban dari para pengelola kekuasaan demi keberlangsungan hidup generasi mendatang di tanah air yang indah namun terluka ini.
Karya Utama
- "Sexy Killers" (Film Dokumenter) (2019) Audiovisual
- "Dirty Vote" (Film Dokumenter) (2024) Audiovisual
- Ekspedisi Indonesia Biru (2015) Kumpulan Dokumentasi
Sumber Referensi
Kontributor
Anonim