Darmanto Jatman
| Lahir | 1942 Jakarta |
| Wafat | 2018 |
| Afiliasi | Universitas Diponegoro (UNDIP) |
| Pendidikan |
|
| Bidang | Psikologi, Sastra, Humaniora & Kajian Budaya, Filsafat |
Pokok Pikiran & Kontribusi
Sastra sebagai Kesaksian Hidup; Integrasi Psikologi, Sastra, dan Masyarakat; Mentalitas Manusia Jawa; Kritik terhadap Sastra tanpa Kedalaman Psikologis.
Prof. Darmanto Jatman adalah sosok intelektual multitalenta yang berhasil merajut disiplin ilmu psikologi dengan kedalaman ekspresi sastra. Sebagai Guru Besar Emeritus di Universitas Diponegoro, ia dikenal sebagai pionir studi psikologi sastra di Indonesia. Baginya, karya sastra bukan sekadar permainan estetika kata-kata, melainkan sebuah “kesaksian hidup” yang merekam getaran jiwa individu di tengah himpitan realitas sosial. Ia menekankan bahwa seorang penulis harus memiliki kepekaan psikologis untuk memahami kompleksitas manusia agar karyanya tidak menjadi dangkal atau sekadar imitasi dari karya lain.
Pemikiran Darmanto banyak mengeksplorasi mentalitas manusia Indonesia, khususnya dalam konteks kebudayaan Jawa. Melalui bukunya yang fenomenal, Psikologi Jawa, ia membedah bagaimana nilai-nilai tradisional berinteraksi dengan modernitas dan membentuk perilaku sosial masyarakat. Ia menggunakan pendekatan interdisipliner untuk menjelaskan fenomena “salah tingkah” orang Indonesia dalam menghadapi perubahan zaman. Menurutnya, sastra adalah laboratorium psikologi yang paling jujur, di mana segala bentuk represi, keinginan, dan kecemasan kolektif suatu bangsa dapat diungkapkan secara bebas dan bermartabat.
Di dunia kepenyairan, Darmanto dikenal dengan gaya “Blakasuta” (blak-blakan) yang ekspresif dan penuh energi. Puisi-puisinya sering kali merupakan dialog antara refleksi filosofis yang berat dengan kegelisahan harian yang membumi. Ia menerima penghargaan SEA Write Award sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam memperkaya khazanah sastra Asia Tenggara. Sosoknya meninggalkan warisan intelektual berupa cara pandang yang humanis: bahwa ilmu pengetahuan (psikologi) dan seni (sastra) harus saling memperkuat untuk membantu manusia memahami dirinya sendiri dan masyarakatnya dengan lebih utuh.
Karya Utama
- Sastra, Psikologi, dan Masyarakat (1985) Buku
- Psikologi Jawa (1997) Buku
- Ki Blakasuta Bla Bla (Kumpulan Puisi) (1980) Karya Sastra
Sumber Referensi
Kontributor
Anonim