| Lahir | 1948 Bukittinggi, Sumatra Barat |
| Wafat | - |
| Afiliasi | Universitas Andalas (Unand) |
| Pendidikan |
|
| Bidang | Kedokteran & Kesehatan, Sains & Teknologi, Kehutanan & Lingkungan |
Pokok Pikiran & Kontribusi
Isolasi dan Karakterisasi Senyawa Aktif Tumbuhan Sumatra; Saintifikasi Jamu untuk Obat Modern; Eksplorasi Biodiversitas Hutan Hujan Tropis; Pengembangan Fitofarmaka Berbasis Kearifan Lokal.
Prof. Dr. Dayar Arbain, Apt. adalah salah satu ilmuwan farmasi terkemuka Indonesia yang mendedikasikan hidupnya untuk menyingkap rahasia kimia di balik kekayaan hayati Nusantara. Sebagai pakar Kimia Bahan Alam dari Universitas Andalas, ia dikenal secara internasional melalui riset-risetnya yang fokus pada isolasi dan identifikasi senyawa aktif dari tumbuhan endemik di hutan hujan Sumatra. Pemikirannya berakar pada keyakinan bahwa Indonesia memiliki potensi raksasa untuk menjadi mandiri dalam bidang farmasi jika mampu melakukan saintifikasi terhadap kekayaan tumbuhan obat tradisionalnya.
Visi intelektual Dayar berfokus pada transformasi jamu dari sekadar ramuan empiris menjadi obat modern yang terstandar (fitofarmaka). Ia menekankan pentingnya akurasi ilmiah dalam karakterisasi struktur molekul tumbuhan agar khasiat medisnya dapat dibuktikan secara klinis dan diakui oleh komunitas sains global. Melalui ratusan artikel ilmiah yang dipublikasikan di jurnal bereputasi seperti Phytochemistry, ia telah menemukan berbagai senyawa baru (seperti alkaloid dan terpenoid) yang memiliki potensi sebagai agen anti-kanker atau anti-mikroba. Baginya, riset bahan alam bukan sekadar kegiatan laboratorium, melainkan upaya pelestarian biodiversitas yang memiliki nilai ekonomi dan kemanusiaan yang tinggi.
Dedikasi Dayar Arbain juga tercermin dalam perannya sebagai pendidik yang membangun ekosistem riset farmasi yang kuat di luar Pulau Jawa. Ia mendorong para peneliti muda untuk tidak sekadar mengekor pada teori Barat, melainkan berani menggali orisinalitas dari sumber daya alam lokal. Penghargaan internasional yang ia terima membuktikan bahwa ketekunan seorang ilmuwan daerah dapat menembus batas-batas geografis. Warisannya meletakkan landasan fundamental bagi masa depan industri farmasi Indonesia yang berbasis pada kedaulatan sumber daya alam dan keunggulan riset fitokimia.
Karya Utama
- Penemuan Senyawa Baru dari Tumbuhan Sumatra (Publikasi Ilmiah) (1985-2020) Artikel Jurnal Internasional
- Phytochemical and Biological Activity of Plants from West Sumatra (1990) Laporan Riset
Sumber Referensi
Kontributor
Anonim