Dewi Fortuna Anwar
| Lahir | 1958 Bandung, Jawa Barat |
| Afiliasi | BRIN, The Habibie Center |
| Pendidikan |
|
| Bidang | politik |
Pokok Pikiran & Kontribusi
Penguatan sentralitas Indonesia di Asia Tenggara melalui diplomasi ASEAN serta promosi identitas Indonesia sebagai negara demokrasi dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.
Dewi Fortuna Anwar adalah seorang ilmuwan politik dan pakar hubungan internasional yang memiliki pengaruh besar dalam memetakan arah kebijakan luar negeri Indonesia di era pasca-Orde Baru. Ia merupakan salah satu intelektual publik paling vokal yang berhasil menjembatani dunia riset dengan pengabdian birokrasi, khususnya melalui perannya sebagai asisten dan deputi di Sekretariat Wakil Presiden RI selama beberapa masa kepemimpinan. Sebagai Profesor Riset di BRIN dan Ketua Dewan Pengurus The Habibie Center, ia dikenal karena analisisnya yang tajam, jernih, dan pragmatis mengenai dinamika geopolitik global di kawasan Asia-Pasifik.
Pemikiran Dewi Fortuna Anwar berpusat pada gagasan bahwa Indonesia adalah pemimpin alami di Asia Tenggara. Ia merupakan penganjur kuat sentralitas ASEAN, menekankan bahwa stabilitas regional sangat bergantung pada kemampuan Indonesia dalam menjaga keseimbangan antara kekuatan besar (seperti Amerika Serikat dan Tiongkok). Selain itu, ia secara konsisten mempromosikan citra Indonesia sebagai model negara di mana Islam, demokrasi, dan modernitas dapat berjalan beriringan. Baginya, diplomasi Indonesia tidak hanya harus berbasis kepentingan ekonomi, tetapi juga harus mencerminkan nilai-nilai domestik tentang penghormatan terhadap hak asasi manusia dan supremasi hukum.
Di luar kiprah diplomatiknya, Dewi dikenal sebagai sosok akademisi yang menjunjung tinggi integritas dan independensi intelektual. Ia sering memberikan kritik konstruktif terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap kurang transparan atau tidak selaras dengan prinsip politik luar negeri “Bebas Aktif”. Rekam jejaknya yang bersih dari skandal hukum selama puluhan tahun mengabdi menjadikannya rujukan moral dan intelektual bagi para diplomat serta akademisi muda di Indonesia. Warisan pemikirannya tetap menjadi fondasi penting bagi studi hubungan internasional di tanah air, mengingatkan bahwa kekuatan sebuah bangsa di kancah global berakar pada kematangan demokrasi dan integritas di dalam negeri.
Karya Utama
- Indonesia in ASEAN: Foreign Policy and Regionalism (1994) Buku
- Negotiating Indonesia's Foreign Policy (2005) Buku
- Democracy, Islam and the State in Indonesia (Editor) (2008) Buku
Sumber Referensi
Kontributor
Anonim