Eka Darmaputera

Magelang, Jawa Tengah · 1942 – 2005
Eka Darmaputera
Lahir 1942
Magelang, Jawa Tengah
Wafat 2005
Afiliasi Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Jakarta, PGI
Pendidikan
  • Sekolah Tinggi Teologi, Jakarta
  • Doktor (Ph.D) Teologi & Etika, Boston College, Amerika Serikat
Bidang agama, filsafat, politik

Pokok Pikiran & Kontribusi

Merumuskan teologi etika Pancasila sebagai sarana pencarian identitas bangsa yang majemuk serta meneguhkan peran publik gereja dalam menjawab persoalan ketidakadilan sosial.

Pdt. Dr. Eka Darmaputera adalah seorang teolog Protestan terkemuka, intelektual publik, dan etikawan yang memiliki peran sangat penting dalam mendialogkan iman Kristen dengan realitas kebangsaan Indonesia. Sebagai sosok yang lama mengajar di STFT Jakarta, ia berhasil meruntuhkan tembok pemisah antara kesalehan ritual di dalam gereja dengan keterlibatan aktif dalam ruang publik. Eka dikenal karena esai-esainya yang tajam, jernih, dan penuh empati yang sering menghiasi media massa nasional, menjadikannya salah satu pemikir moral paling dihormati lintas agama.

Kontribusi intelektual utama Eka Darmaputera tertuang dalam disertasinya yang monumental mengenai Pancasila sebagai alat pencarian identitas dan modernitas. Ia berargumen bahwa Pancasila bukan sekadar kredo politik Orde Baru, melainkan sebuah titik temu filosofis (common platform) yang memungkinkan berbagai kelompok etnis dan agama di Nusantara untuk hidup bersama secara bermartabat tanpa kehilangan jati diri masing-masing. Baginya, menjadi Kristen yang autentik di Indonesia berarti harus menjadi warga negara yang berkomitmen penuh pada nilai-masing kemanusiaan dan keadilan sosial yang termaktub dalam Pancasila. Ia mempromosikan “Etika Inklusif” yang menuntut keterbukaan hati untuk bekerja sama dengan siapa pun demi kemaslahatan bangsa.

Sebagai pemikir teologi publik, Eka menolak segala bentuk fanatisme buta dan manipulasi agama untuk kepentingan kekuasaan. Ia secara konsisten menyuarakan pentingnya “Beragama dengan Akal Sehat” dan mendorong gereja untuk menjadi kekuatan kritis yang mampu membela rakyat tertindas. Penghargaan internasional Kuyper Prize yang diterimanya merupakan pengakuan atas dedikasinya dalam memperjuangkan keadilan sosial melalui jalur teologi. Warisan pemikirannya menawarkan harmoni antara iman, nalar, dan cinta tanah air, menjadikannya kompas moral yang tetap relevan bagi masyarakat majemuk Indonesia dalam menghadapi tantangan modernitas.

Karya Utama

  • Pancasila and the Search for Identity and Modernity in Indonesian Society (1988) Buku
  • Etika Sederhana untuk Semua (1990) Buku
  • Pergulatan Kehadiran Kristen di Indonesia (2001) Buku

Sumber Referensi

Kontributor

Anonim

Diperbarui: 7 Maret 2026