Eko Prasetyo

Pacitan, Jawa Timur · 1972
Eko Prasetyo
Lahir 1972
Pacitan, Jawa Timur
Afiliasi Social Movement Institute (SMI), Resist Book, PUSHAM UII
Pendidikan
  • Universitas Islam Indonesia (Hukum)
Bidang aktivisme, hak asasi manusia, pendidikan kritis

Pokok Pikiran & Kontribusi

Islam sebagai agama perlawanan; pendidikan kritis bagi kaum tertindas; kritik terhadap komersialisasi pendidikan dan layanan publik; pentingnya gerakan sosial (social movement) dari bawah.

Eko Prasetyo adalah seorang intelektual-aktivis yang mendedikasikan seluruh pemikirannya untuk membela kaum marjinal dan mereka yang terpinggirkan oleh kebijakan negara. Namanya meledak di panggung nasional melalui judul bukunya yang sangat provokatif dan fenomenal: Orang Miskin Dilarang Sekolah!. Melalui karya tersebut, ia melancarkan kritik tajam terhadap sistem pendidikan Indonesia yang semakin mahal dan menjadi eksklusif bagi segelintir elit, sehingga memutus harapan mobilitas sosial bagi kaum miskin. Eko adalah suara bagi mereka yang tak bersuara di tengah hiruk-pikuk pembangunan.

Salah satu sumbangsih pemikiran yang paling fundamental dari Eko adalah tentang “Islam Perlawanan”. Terinspirasi oleh pemikiran Ali Syariati dan teologi pembebasan, ia mendefinisikan kembali iman sebagai kekuatan yang harus mendorong umatnya untuk melawan segala bentuk penindasan dan ketidakadilan sosial. Baginya, kesalehan sejati tidak cukup hanya dengan ritual formal, melainkan harus diwujudkan dalam pembelaan terhadap buruh, petani, dan rakyat kecil yang hak-haknya dirampas. Ia secara konsisten menghubungkan nilai-nilai spiritualitas dengan tindakan politik yang berpihak pada martabat kemanusiaan.

Melalui Social Movement Institute dan Resist Book, Eko terus membangun ekosistem pendidikan kritis di luar jalur formal. Ia melatih anak-anak muda untuk memiliki nalar analitis dalam membedah struktur kekuasaan dan berani melakukan pengorganisasian massa. Ia percaya bahwa perubahan sejati hanya bisa datang dari gerakan sosial yang terorganisir, bukan sekadar dari kebijakan para elit di atas. Gaya bahasanya yang lugas, penuh kemarahan yang sehat, namun tetap berbasis argumen yang kuat, menjadikannya ikon intelektual bagi gerakan mahasiswa dan buruh di seluruh pelosok Indonesia.

Hingga kini, ia tetap setia hidup dalam kesederhanaan dan terus bergerak di tengah-tengah rakyat. Warisannya adalah keberanian untuk menelanjangi kemunafikan sistem politik dan ekonomi yang seringkali bersembunyi di balik jargon moralitas. Eko Prasetyo mengajarkan bahwa tugas utama seorang intelektual adalah menjadi pengganggu bagi kestabilan yang menindas. Ia adalah pengingat abadi bagi bangsa ini bahwa kemerdekaan sejati belum tercapai selama kemiskinan masih menjadi penghalang bagi keadilan dan peradaban yang merata.

Karya Utama

  • Orang Miskin Dilarang Sekolah! (2004) Buku
  • Assalamualaikum: Islam Itu Agama Perlawanan! (2003) Buku
  • Orang Miskin Tanpa Subsidi (2005) Buku

Sumber Referensi

Kontributor

Anonim

Diperbarui: 6 Maret 2026