| Lahir | 1930 Lahat, Sumatera Barat |
| Afiliasi | Universitas Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup, Mafia Berkeley |
| Pendidikan |
|
| Bidang | ekonomi pembangunan, etika lingkungan, kebijakan publik |
Pokok Pikiran & Kontribusi
Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development); integrasi dimensi lingkungan dalam perencanaan ekonomi; keberlanjutan sumber daya alam untuk generasi mendatang; tanggung jawab etis terhadap ekosistem.
Prof. Dr. Emil Salim adalah sosok legendaris yang dikenal sebagai “Bapak Lingkungan Hidup Indonesia”. Seorang intelektual yang memiliki gelar doktor ekonomi dari Berkeley, ia mengambil peran yang sangat menantang di era Orde Baru: menjadi pengingat di tengah demam pembangunan fisik yang masif bahwa alam memiliki batas daya tampung. Emil Salim adalah orang pertama yang membawa isu lingkungan hidup dari pinggiran aktivisme ke pusat pengambilan kebijakan negara dengan menjabat sebagai Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup.
Kontribusi intelektual terbesarnya adalah introduksi konsep “Pembangunan Berkelanjutan” (Sustainable Development) di Indonesia, jauh sebelum istilah ini populer di kancah global. Ia berargumen secara konsisten bahwa ekonomi dan ekologi bukanlah dua kutub yang harus saling meniadakan. Baginya, pembangunan yang sejati adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Ia adalah arsitek di balik lahirnya Undang-Undang Lingkungan Hidup pertama di Indonesia dan sistem Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Emil Salim juga dikenal sebagai seorang humanis yang memiliki integritas tinggi. Di masa senjanya, ia tetap aktif menyuarakan kritik terhadap kebijakan-kebijakan yang dianggapnya merusak lingkungan atau mengabaikan keadilan sosial. Ia menekankan bahwa moralitas adalah fondasi dari setiap kebijakan publik; tanpa etika, teknologi dan modal hanya akan menjadi instrumen destruktif. Ia mengajak kaum intelektual muda Indonesia untuk memiliki “rasa peduli” yang tinggi terhadap kelestarian bumi nusantara sebagai warisan yang harus dijaga.
Hingga saat ini, Emil Salim tetap menjadi referensi utama bagi gerakan lingkungan hidup dan pembangunan berbasis nilai di Indonesia. Ia membuktikan bahwa seorang ekonom bisa memiliki visi teologis dan estetis terhadap alam semesta. Warisannya adalah sebuah kesadaran kolektif bahwa kesejahteraan ekonomi haruslah berlabuh pada harmoni dengan alam. Emil Salim adalah cahaya yang terus mengingatkan bahwa kemajuan bangsa tidak boleh dibayar dengan kehancuran rumah ekologis kita sendiri.
Karya Utama
- Pembangunan Berkelanjutan: Strategi Adaptasi terhadap Perubahan Iklim (2010) Buku
- Lingkungan Hidup dan Pembangunan (1980) Buku
- Kembali ke Jalan Lurus (2010) Buku/Esai
Sumber Referensi
Kontributor
Anonim