| Lahir | 1943 Jakarta |
| Wafat | 2022 |
| Afiliasi | Partai Golkar, Universitas Indonesia, Kadin |
| Pendidikan |
|
| Bidang | politik, ekonomi, filsafat |
Pokok Pikiran & Kontribusi
Mengintegrasikan etika bisnis, keadilan tenaga kerja, dan peran strategis 'saudagar' dalam pembangunan politik-ekonomi Indonesia melalui penguatan hubungan industrial yang berkeadilan.
Fahmi Idris adalah seorang intelektual-praktisi multidimensi yang berhasil memadukan dunia usaha, politik, dan akademisi dalam satu bingkai pengabdian nasional. Dikenal sebagai eksponen Angkatan ‘66, ia membawa semangat aktivisme mahasiswa ke dalam karier profesionalnya sebagai pengusaha sukses dan pejabat negara. Namun, melampaui kiprah praktisnya, Fahmi Idris menunjukkan kedalaman intelektual melalui studi doktoral ganda di bidang manajemen dan filsafat di usia senjanya, menjadikannya sosok “saudagar-pemikir” yang langka di Indonesia.
Pemikiran ekonomi-politik Fahmi Idris berfokus pada peran strategis pengusaha (saudagar) dalam sejarah dan masa depan Indonesia. Melalui bukunya, Saudagar dalam Lintasan Sejarah Politik Indonesia, ia menganalisis bagaimana kelas menengah pengusaha memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk menjaga stabilitas serta keadilan pembangunan. Sebagai Menteri Tenaga Kerja di era transisi Reformasi, ia menanamkan fondasi demokratisasi perburuhan dengan meratifikasi Konvensi ILO No. 87 tentang kebebasan berserikat. Baginya, hubungan industrial yang ideal harus berbasis pada kemitraan yang sejajar dan berkeadilan antara pekerja dan pengusaha, di mana kesejahteraan buruh adalah investasi bagi keberlangsungan industri itu sendiri.
Ketertarikannya pada filsafat dan hukum juga tertuang dalam analisisnya mengenai konstitusi. Ia menekankan pentingnya interpretasi hukum yang berpihak pada kemaslahatan publik daripada kepentingan politik sesaat. Sebagai pendiri berbagai forum diskusi dan aktif di Kadin maupun organisasi profesi, ia terus menyuarakan pentingnya etika dalam berbisnis dan berpolitik. Warisan intelektualnya mencerminkan visi tentang Indonesia yang mandiri secara ekonomi dan matang secara demokrasi, di mana integritas pikiran menjadi kompas utama bagi setiap pelaku pembangunan.
Karya Utama
- Saudagar dalam Lintasan Sejarah Politik Indonesia (2015) Buku
- Konflik Interpretasi Konstitusi (2015) Buku
- Dinamika Hubungan Industrial (2018) Buku
Sumber Referensi
Kontributor
Anonim