Faisal Basri

Bandung, Jawa Tengah · 1959 – 2024
Faisal Basri
Lahir 1959
Bandung, Jawa Tengah
Wafat 2024
Afiliasi Universitas Indonesia (FEUI), INDEF, Tim Reformasi Tata Kelola Migas
Pendidikan
  • Universitas Indonesia (Ekonomi)
  • Vanderbilt University, AS (M.A. Ekonomi)
Bidang ekonomi pembangunan, politik ekonomi, antikorupsi

Pokok Pikiran & Kontribusi

Ekonomi inklusif; pemberantasan korupsi sistemik dan mafia anggaran; hilirisasi yang berkeadilan; pentingnya integritas data; penguatan masyarakat sipil dalam kontrol kebijakan ekonomi.

Faisal Basri adalah simbol integritas ekonomi Indonesia modern. Sebagai intelektual publik yang melintasi batas kampus dan panggung politik, ia dikenal karena dedikasinya yang tak tergoyahkan dalam melawan korupsi dan praktik mafia dalam kebijakan ekonomi negara. Faisal bukan sekadar akademisi yang berkutat pada kurva dan angka, melainkan seorang “moralis ekonomi” yang meyakini bahwa kemajuan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kebersihan birokrasinya dan kejujuran para pengambil keputusannya.

Pokok pemikirannya sering berfokus pada ketimpangan struktural dan bahaya “mafianomics”—istilah untuk menggambarkan kolusi antara elit politik dan pengusaha besar yang menghisap sumber daya rakyat. Salah satu kontribusi sosiopolitiknya yang paling dikenang adalah kepemimpinannya dalam Tim Reformasi Tata Kelola Migas, di mana ia secara berani mengidentifikasi dan mencoba membongkar struktur mafia migas yang telah lama berurat akar. Bagi Faisal, kebijakan ekonomi yang baik adalah kebijakan yang mampu memberikan kesempatan yang sama (level playing field) bagi seluruh warga negara, bukan hanya bagi mereka yang dekat dengan kekuasaan.

Meskipun pernah terjun ke politik praktis sebagai pendiri partai dan calon gubernur independen, ia tetap menjaga muruah dirinya sebagai cendekiawan yang kritis. Ia adalah sosok yang paling lantang menyuarakan bahaya deindustrialisasi dini dan ketidakadilan dalam proses hilirisasi tambang yang dianggapnya terlalu memihak modal besar dengan mengorbankan lingkungan dan kesejahteraan lokal. Kejernihan analisisnya yang dipadu dengan data empiris yang kuat menjadikannya sebagai rujukan utama bagi siapa pun yang ingin memahami anatomi ekonomi politik Indonesia kontemporer.

Wafat pada tahun 2024, Faisal Basri meninggalkan warisan berupa standar etika yang tinggi bagi dunia akademik dan aktivisme. Ia mengajarkan bahwa seorang ahli ekonomi harus memiliki keberanian untuk berbicara jujur (speak truth to power), meskipun harus menghadapi risiko politik dan sosial yang besar. Namanya akan terus dikenang sebagai sosok yang ramah namun teguh, seorang patriot yang mencintai negaranya melalui kritikan-kritikan pedas yang bertujuan untuk perbaikan yang fundamental dan berkelanjutan.

Karya Utama

  • Perekonomian Indonesia (2002) Buku Teks
  • Lanskap Ekonomi Indonesia (2010) Buku

Sumber Referensi

Kontributor

Anonim

Diperbarui: 6 Maret 2026