Fajar Riza Ul Haq

Sukabumi, Jawa Barat · 1979
Fajar Riza Ul Haq
Lahir 1979
Sukabumi, Jawa Barat
Afiliasi Muhammadiyah, MAARIF Institute, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Pendidikan
  • Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • S2 Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS), UGM
  • Doktor (Dr.) Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan, UGM
Bidang agama, politik, pendidikan

Pokok Pikiran & Kontribusi

Mengadvokasi moderasi beragama dan pluralisme substantif melalui institusi pendidikan, serta memetakan peran etik-politik Islam dalam memperkuat integrasi kebangsaan Indonesia.

Fajar Riza Ul Haq adalah representasi penting dari generasi baru intelektual Muslim Indonesia yang konsisten dalam memperjuangkan nilai-nilai moderasi, inklusivitas, dan pluralisme. Sebagai murid ideologis dari Ahmad Syafii Maarif (Buya Syafii), ia mewarisi semangat kemanusiaan universal yang dipadukan dengan komitmen kebangsaan yang kokoh. Kiprahnya melintasi berbagai ranah, mulai dari memimpin lembaga riset MAARIF Institute, aktif di pimpinan Muhammadiyah, hingga mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, menjadikannya pemikir-birokrat yang strategis dalam merancang masa depan peradaban bangsa.

Pemikiran utama Fajar berfokus pada bagaimana mengelola keberagaman agama di ruang publik Indonesia secara substantif. Melalui buku fenomenalnya, Kristen-Muhammadiyah (Krismuha), ia membedah realitas sosiologis di daerah terpencil di mana sekolah-sekolah Muhammadiyah menjadi ruang perjumpaan inklusif yang melampaui batas teologis. Ia berargumen bahwa pendidikan harus menjadi instrumen utama untuk membangun “kewargaan yang setara” dan dialog antariman yang tulus. Baginya, Islam di Indonesia harus mampu menampilkan wajah yang ramah dan komunikatif (lil-muwajahah), yang tidak hanya sibuk dengan urusan internal tetapi aktif memberikan solusi bagi persoalan kemanusiaan global.

Selain isu pluralisme, Fajar juga menaruh perhatian besar pada posisi Islam dalam kebijakan luar negeri dan tata kelola inovasi kebijakan. Ia meyakini bahwa identitas Islam moderat Indonesia adalah modal diplomatik yang berharga bagi stabilitas dunia. Melalui tulisan-tulisannya, ia terus mendorong integrasi antara nilai-nilai etik agama dengan rasionalitas kebijakan publik demi tercapainya keadilan sosial. Warisan pemikirannya menawarkan peta jalan bagi kaum muda untuk tetap teguh pada akar spiritualitas sambil tetap terbuka dan kontributif di tengah arus modernitas yang kompleks.

Karya Utama

  • Kristen-Muhammadiyah: Mengelola Pluralitas Agama dalam Pendidikan (2023) Buku
  • The Role of Islam in Indonesian Foreign Policy (2013) Buku
  • Membumikan Islam Sinambung (2015) Buku

Sumber Referensi

Kontributor

Anonim

Diperbarui: 7 Maret 2026