Gusti Muhammad Hatta

Banjarmasin, Kalimantan Selatan · 1952
Gusti Muhammad Hatta
Lahir 1952
Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Afiliasi Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Pendidikan
  • Universitas Gadjah Mada (M.S.)
  • Wageningen University, Belanda (Doktor)
Bidang Kehutanan, Ekologi, Lingkungan Hidup

Pokok Pikiran & Kontribusi

Konservasi hutan sebagai syarat mutlak pembangunan berkelanjutan untuk menjamin kelangsungan ekosistem (air, udara, pangan); kritik terhadap alih fungsi hutan lindung untuk kepentingan bisnis jangka pendek; pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam manajemen rehabilitasi lahan kritis.

Prof. Dr. Ir. H. Gusti Muhammad Hatta, M.S. adalah seorang pakar kehutanan dan ekologi lingkungan yang memiliki rekam jejak panjang sebagai ilmuwan dan pejabat negara. Sebagai Guru Besar di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), ia dikenal sebagai akademisi yang memiliki keberpihakan kuat terhadap pelestarian hutan hujan tropis, khususnya di Kalimantan. Kariernya di pemerintahan memuncak saat ia dipercaya menjabat sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup dan kemudian Menteri Riset dan Teknologi di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di mana ia berupaya mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam agenda pembangunan nasional.

Pokok pemikiran Gusti Muhammad Hatta berfokus pada urgensi keseimbangan antara eksploitasi sumber daya alam dengan daya dukung lingkungan. Ia secara vokal sering mengkritik kebijakan alih fungsi hutan lindung menjadi kawasan industri atau pertambangan yang sering kali mengabaikan risiko bencana ekologis jangka panjang. Baginya, hutan adalah aset strategis yang menyediakan layanan ekosistem vital—seperti udara bersih dan ketersediaan air—yang tidak bisa digantikan oleh keuntungan ekonomi sesaat. Ia senantiasa mendorong penghentian penebangan kayu liar dan mendesak adanya rehabilitasi serius pada lahan-lahan yang telah rusak akibat aktivitas industri.

Saat menjabat sebagai menteri, ia mendorong penguatan riset dan inovasi sebagai kunci bagi kemandirian bangsa. Ia meyakini bahwa teknologi harus menjadi alat untuk memitigasi dampak perubahan iklim dan mengelola kekayaan hayati Indonesia secara cerdas. Salah satu aspek yang menonjol dari figur beliau adalah kesederhanaannya; ia dikenal sebagai salah satu menteri dengan kekayaan paling sedikit dalam kabinetnya, sebuah cerminan dari integritas seorang pendidik yang lebih mengutamakan dedikasi daripada akumulasi kekayaan pribadi.

Kontribusi intelektual Prof. Gusti Muhammad Hatta terus hidup melalui berbagai penelitiannya mengenai ekologi hutan dan manajemen lahan kritis. Ia tetap menjadi rujukan penting bagi para aktivis lingkungan dan akademisi dalam mendesain strategi pelestarian alam yang adaptif terhadap tantangan modern. Melalui jalur pendidikan, ia terus menginspirasi generasi muda untuk menjadi “penjaga gerbang” kelestarian alam Indonesia, mengingatkan bahwa kegagalan kita dalam menjaga lingkungan hari ini adalah pengkhianatan terhadap hak hidup generasi mendatang.

Karya Utama

  • Ekologi Hutan Kalimantan (1998) Buku
  • Manajemen Rehabilitasi Lahan Pasca Tambang (2005) Jurnal/Makalah
  • Kebijakan Lingkungan di Indonesia (2012) Buku

Sumber Referensi

Kontributor

Anonim

Diperbarui: 8 Maret 2026