Haedar Nashir
| Lahir | 1958 Bandung, Jawa Barat |
| Afiliasi | Muhammadiyah, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta |
| Pendidikan |
|
| Bidang | Sosiologi, Pemikiran Islam, Kepemimpinan Organisasi |
Pokok Pikiran & Kontribusi
Rekonstruksi ideologi Muhammadiyah melalui konsep "Islam Berkemajuan"; moderasi beragama sebagai jalan tengah (Wasathiyyah); kritik terhadap reproduksi salafiyah ideologis; penguatan sosiologi keagamaan dalam merespons tantangan modernitas.
Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. adalah seorang sosiolog dan cendekiawan Muslim yang menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah (2015-sekarang). Dikenal sebagai sosok yang tenang namun memiliki kedalaman analitis yang tajam, ia adalah arsitek intelektual di balik narasi “Islam Berkemajuan” yang menjadi khazanah kontemporer Muhammadiyah. Pemikirannya berfokus pada bagaimana Islam dapat menjadi kekuatan transformatif yang memajukan peradaban, tanpa kehilangan akar moral dan spiritualnya.
Pikiran utama Haedar banyak menyoroti ketegangan antara Islam sebagai identitas ideologis dan Islam sebagai kekuatan sosiologis yang inklusif. Dalam disertasinya yang fenomenal, ia membedah fenomena reproduksi salafiyah ideologis di Indonesia, di mana ia memperingatkan tentang bahaya formalisme agama yang kaku jika tidak dibarengi dengan pemahaman konteks sosial yang dinamis. Baginya, moderasi beragama bukan sekadar sikap pasif, melainkan upaya aktif untuk menempatkan Islam di posisi tengah (wasathiyyah) yang mampu merawat keragaman sekaligus mendorong kemajuan bangsa.
Sebagai pemimpin organisasi Islam modernis terbesar di dunia, Haedar Nashir secara konsisten mendorong Muhammadiyah untuk terus melakukan reaktualisasi gerakan. Ia menekankan bahwa amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial harus senantiasa memiliki nilai tambah keunggulan. Ia adalah intelektual yang memandang bahwa kemajuan bangsa Indonesia sangat bergantung pada kekuatan pendidikan karakter dan etika publik yang kokoh, yang ia tuangkan dalam berbagai tulisan tajam di rubrik media massa maupun jurnal ilmiah.
Visi kepemimpinan dan intelektualismenya menjadikannya salah satu tokoh moderat yang sangat dihormati di tingkat nasional maupun internasional. Ia sering menekankan pentingnya kedaulatan bangsa dan integrasi nasional sebagai fondasi utama bagi kemajuan kolektif. Melalui buku-bukunya seperti Ibrah Kehidupan, Haedar mengajak umat untuk kembali pada esensi spiritualitas yang mencerahkan, menjadikan agama sebagai oase kedamaian dan inspirasi kebaikan bagi semesta alam (Rahmatan lil ‘Alamin). Ia adalah representasi nyata dari kiai-ilmuwan yang menjaga marwah intelektualitas di tengah dinamika politik dan sosial.
Karya Utama
- Muhammadiyah sebagai Gerakan Pembaharuan (2010) Buku
- Islam Syariat: Reproduksi Salafiyah Ideologis di Indonesia (2007) Buku (Disertasi)
- Ibrah Kehidupan (2013) Buku
Sumber Referensi
Kontributor
Anonim