Hafrijal Syandri
| Lahir | 1957 Padang, Sumatera Barat |
| Afiliasi | Universitas Bung Hatta, FPIK UBH |
| Pendidikan |
|
| Bidang | Perikanan, Ilmu Kelautan, Akuakultur, Biologi Ikan |
Pokok Pikiran & Kontribusi
Konservasi ikan endemik (Ikan Bilih) sebagai aset keanekaragaman hayati nasional; pengelolaan sumber daya perairan pedalaman berbasis keberlanjutan; mitigasi dampak lingkungan dari keramba jaring apung (KJA) di danau tektonik; domestikasi spesies lokal untuk ketahanan pangan perikanan.
Prof. Dr. Ir. Hafrijal Syandri, M.S. adalah seorang ilmuwan perikanan dan akademisi yang memiliki dedikasi tinggi dalam pelestarian ekosistem perairan darat di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat. Lahir di Padang pada 15 September 1957, ia dikenal sebagai pakar utama yang mendalami biologi dan konservasi ikan endemik. Perjalanan akademisnya di Universitas Riau dan Institut Pertanian Bogor (IPB) telah membentuk landasan teoritis yang kuat bagi kiprah risetnya yang sangat aplikatif di lapangan. Ia pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Bung Hatta (UBH) periode 2008-2012.
Fokus utama pemikiran Hafrijal Syandri tertuju pada Ikan Bilih (Mystacoleucus padangensis), spesies ikan unik yang hanya hidup di Danau Singkarak. Melalui penelitian doktoralnya di IPB, ia berhasil mengungkap siklus reproduksi dan ekologi ikan ini, yang kemudian menjadi rujukan utama bagi upaya pelestarian di tengah ancaman kepunahan akibat eksploitasi berlebihan dan perubahan lingkungan. Ia meyakini bahwa sumber daya alam perairan harus dikelola dengan pendekatan sains yang ketat agar manfaat ekonominya dapat dirasakan oleh masyarakat secara berkelanjutan tanpa merusak keseimbangan ekosistem.
Hafrijal juga merupakan sosok yang vokal dalam menyuarakan isu pencemaran di danau-danau besar seperti Danau Maninjau dan Danau Singkarak. Ia melakukan banyak kajian mendalam mengenai dampak negatif dari kepadatan Keramba Jaring Apung (KJA) terhadap kualitas air, yang seringkali memicu kematian massal ikan akibat fenomena upwelling (pembalikan massa air). Pemikirannya menawarkan solusi moderat berupa zonasi budidaya yang rasional dan penggunaan teknologi budidaya yang ramah lingkungan. Ia tidak hanya berteori di laboratorium, tetapi juga aktif menciptakan alat-alat tepat guna yang telah dipatenkan untuk membantu para pembudidaya ikan lokal.
Sebagai pendidik, ia telah melahirkan ribuan sarjana perikanan melalui Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta. Kontribusinya dalam dunia publikasi ilmiah di tingkat internasional menjadikannya salah satu akademisi perikanan yang disegani. Bagi Hafrijal, laut dan perairan darat adalah masa depan Indonesia yang harus dijaga dengan kecerdasan intelektual dan keberpihakan pada kelestarian alam. Ia adalah intelektual yang gigih menjembatani kepentingan ekonomi nelayan dengan keharusan moral untuk mewariskan ekosistem perairan yang sehat bagi generasi mendatang.
Karya Utama
- Biologi Reproduksi Ikan Bilih (Mystacoleucus padangensis) di Danau Singkarak (1996) Dr./Disertasi
- Budidaya Ikan di Keramba Jaring Apung dan Dampak Lingkungannya (2012) Buku
- Sarana Pemijahan Ikan di Perairan Terbuka (Paten/Hak Cipta) (2015) Teknologi
Sumber Referensi
Kontributor
Anonim