H.B. Saanin

Kambang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat · 1917 – 1988
H.B. Saanin
Lahir 1917
Kambang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat
Wafat 1988
Afiliasi Universitas Padjadjaran, RSJ Padang, Departemen Kesehatan RI
Pendidikan
  • Hollandsch-Inlandsche School (HIS) Bukittinggi
  • Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) Bukittinggi
  • Ika Daigaku Djakarta (Fakultas Kedokteran UI, dr., 1945)
Bidang Kedokteran, Psikiatri, Kesehatan Masyarakat, Jurnalistik

Pokok Pikiran & Kontribusi

Humanisasi pelayanan kesehatan jiwa di Indonesia; integrasi psikiatri dalam sistem kesehatan umum; pengembangan infrastruktur mental di daerah tertinggal; pendekatan holistik terhadap penderita gangguan jiwa sebagai manusia yang bermartabat.

Prof. dr. Hasan Basri Saanin Datuk Tan Pariaman, atau lebih dikenal dengan nama H.B. Saanin, adalah pionir kedokteran jiwa (psikiatri) Indonesia yang memberikan kontribusi fundamental dalam pemanusiaan layanan kesehatan mental. Lahir di Sumatera Barat, ia memulai perjalanan intelektualnya di masa transisi kolonial hingga kemerdekaan, yang membentuk pandangannya bahwa kesehatan jiwa adalah hak dasar bagi seluruh warga negara, tanpa memandang kelas sosial atau lokasi geografis. Ia adalah salah satu lulusan pertama dari Ika Daigaku (nama FKUI di masa Jepang) pada tahun 1945, sebuah angkatan yang banyak terlibat dalam perjuangan fisik kemerdekaan melalui jalur medis.

Pemikiran utama H.B. Saanin berfokus pada “humanisasi psikiatri”. Pada masanya, penderita gangguan jiwa seringkali diperlakukan secara tidak layak, diabaikan, atau bahkan dikurung dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Saanin mendorong pergeseran paradigma dari sekadar pengawasan (custodial care) menuju perawatan klinis yang empatik dan terapeutik. Ia percaya bahwa rumah sakit jiwa harus berfungsi sebagai tempat penyembuhan yang integratif, bukan sekadar tempat pembuangan. Baginya, pemulihan kesehatan mental tidak bisa dipisahkan dari kondisi sosial dan mentalitas masyarakat di sekelilingnya.

Sebagai birokrat dan akademisi, ia berperan besar dalam membangun infrastruktur kesehatan di Sumatera. Selama bertugas di berbagai rumah sakit dan menjabat di Jawatan Kesehatan, ia gigih memperjuangkan alokasi sumber daya bagi layanan kesehatan jiwa agar tidak tertinggal dari kesehatan fisik. Ia memandang bahwa pembangunan nasional yang tangguh hanya bisa dicapai bila manusianya sehat secara mental dan spiritual. Visi ini ia implementasikan melalui pendirian dan pengembangan berbagai institusi kesehatan yang hingga kini masih menjadi rujukan utama, terutama di Sumatera Barat.

Warisan intelektual H.B. Saanin tidak hanya terdokumentasi dalam literatur medis, tetapi juga hidup di dalam institusi yang kini menyandang namanya, RSJ Prof. dr. HB Saanin di Padang. Ia juga pernah terjun ke dunia jurnalistik dengan mendirikan Harian Berita Indonesia pada awal kemerdekaan, yang menunjukkan bahwa ia adalah sosok intelektual multidimensi. Baginya, kesadaran publik tentang kesehatan dan kemerdekaan adalah dua sisi dari mata uang yang sama. Sosoknya tetap dikenang sebagai guru besar yang rendah hati dan pejuang kemanusiaan yang meletakkan dasar-dasar etika psikiatri modern di Indonesia.

Karya Utama

  • Pengembangan Layanan Kesehatan Jiwa di Sumatera Barat (1960) Laporan/Karya Akademik
  • Harian Berita Indonesia (Pemimpin Redaksi/Pendiri) (1945) Publikasi
  • RSJ Prof. dr. HB Saanin (Inisiator/Pionir) (1970) Institusi

Sumber Referensi

Kontributor

Anonim

Diperbarui: 8 Maret 2026