Iman Budhi Santosa

Magetan, Jawa Timur · 1948 – 2020
Iman Budhi Santosa
Lahir 1948
Magetan, Jawa Timur
Wafat 2020
Afiliasi Persada Studi Klub (PSK), Sanggar Bambu
Pendidikan
  • Sekolah Menengah Pertanian Atas (SPMA), Yogyakarta
Bidang sastra, budaya, antropologi

Pokok Pikiran & Kontribusi

Mengembangkan 'Sastra Antropologis' sebagai metodologi untuk merekam dunia batin dan kearifan lokal masyarakat Jawa agraris di tengah arus modernisasi.

Iman Budhi Santosa, yang akrab disapa IBS, adalah seorang begawan sastra dan budayawan yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk melakukan “perekaman” budaya melalui kata-kata. Sebagai salah satu tokoh kunci dalam Persada Studi Klub (PSK) di Malioboro bersama Umbu Landu Paranggi, ia memilih jalan sunyi untuk terus menggali akar keindonesiaan. Latar belakang pendidikannya di bidang pertanian memberinya ketajaman pengamatan yang unik terhadap hubungan organik antara manusia, tanah, dan tanaman, yang kemudian ia tuangkan dalam karya-karya sastra antropologis yang sangat mendalam.

Inti kontribusi intelektual IBS terletak pada kemampuannya mensintesiskan pengamatan antropologis dengan ekspresi puitis. Baginya, sastra bukan sekadar imajinasi estetis, melainkan instrumen untuk memahami cara berpikir dan sistem kepercayaan masyarakat Jawa, khususnya kaum tani dan wong cilik. Melalui buku monumentalnya, Dunia Batin Orang Jawa, ia membedah nilai-nilai filosofis seperti legawa, prihatin, dan harmoni dengan alam sebagai modal sosial yang seringkali diabaikan oleh narasi pembangunan modern. Ia adalah pencatat yang tekun bagi tradisi-tradisi yang mulai punah, menjadikannya jembatan intelektual bagi generasi muda untuk memahami kembali jati diri mereka.

Karya-karyanya, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Jawa (geguritan), selalu bernapas kesahajaan namun sarat dengan kearifan metafisika. IBS meyakini bahwa identitas bangsa harus dibangun di atas pemahaman yang jujur terhadap realitas sosiologis dan kekayaan lokal. Melalui buku Suta Naya Dhadhap Waru, ia menunjukkan betapa dalam kaitan antara kosmologi manusia Jawa dengan ekosistem lingkungannya. Warisan pemikirannya menawarkan perspektif humanis-ekologis yang sangat relevan untuk merawat keadaban bangsa di tengah gempuran globalisasi yang seringkali tercerabut dari akarnya.

Karya Utama

  • Ziarah Tanah Jawa (Kumpulan Puisi) (2013) Buku
  • Dunia Batin Orang Jawa (2007) Buku
  • Suta Naya Dhadhap Waru: Manusia Jawa dan Tumbuhan (2017) Buku

Sumber Referensi

Kontributor

Anonim

Diperbarui: 7 Maret 2026