Jalaluddin Rakhmat

Bandung, Jawa Barat · 1949 – 2021
Jalaluddin Rakhmat
Lahir 1949
Bandung, Jawa Barat
Wafat 2021
Afiliasi IJABI, Universitas Padjadjaran, PDI-P
Pendidikan
  • Universitas Padjadjaran (Ilmu Komunikasi)
  • Iowa State University, AS (M.Sc. Komunikasi, 1981)
  • UIN Alauddin Makassar (Doktor)
Bidang ilmu komunikasi, filsafat Islam, tasawuf, psikologi

Pokok Pikiran & Kontribusi

Psikologi Komunikasi (Eksistensi manusia dalam interaksi); Islam Kerakyatan; pencerahan melalui akhlak daripada fiqih; pengenalan pemikiran Syiah yang moderat dan intelektual (IJABI).

Jalaluddin Rakhmat, yang akrab disapa Kang Jalal, adalah seorang intelektual publik terkemuka yang berhasil menjembatani dunia sains (ilmu komunikasi) dengan kedalaman spiritual Islam. Melalui bukunya yang legendaris, Psikologi Komunikasi, ia meletakkan dasar bagi studi komunikasi di Indonesia dengan pendekatan yang humanistik dan psikologis. Namun, bagi publik luas, Kang Jalal lebih dikenal sebagai “Singa Podium” yang mampu membawakan ceramah agama dengan logika yang jernih, menyentuh hati, dan selalu berorientasi pada pembelaan kaum miskin.

Pokok pemikirannya bergeser dari puritanisme (Muhammadiyah) menuju apresiasi yang mendalam terhadap tradisi intelektual dan spiritual Islam yang lebih luas, termasuk tasawuf dan pemikiran Syiah. Melalui organisasi IJABI yang didirikannya, ia memperkenalkan wajah Islam yang menekankan pada “Akhlak” di atas segalanya. Ia berargumen bahwa perbedaan mazhab atau fiqih tidak boleh menjadi alasan untuk saling membenci; yang utama adalah bagaimana Islam bisa menjadi kekuatan transformatif untuk menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Kang Jalal juga dikenal karena gagasannya tentang “Sufisme Urban” atau tasawuf kota. Ia menawarkan pendekatan spiritual yang relevan bagi masyarakat modern yang haus akan makna di tengah kebisingan materiil. Baginya, ber-Islam adalah tentang mencintai Tuhan melalui pelayanan kepada sesama. Ia sangat vokal dalam membela hak-hak kelompok minoritas dan sering kali menjadi target persekusi dari kelompok intoleran, namun ia selalu menanggapinya dengan ketenangan dan kecerdasan intelektual yang tinggi.

Warisannya hidup melalui puluhan buku yang ia tulis dan lembaga pendidikan Muthahhari yang ia rintis, yang mengajarkan anak muda untuk berpikir bebas dan berakhlak mulia. Kang Jalal telah membuktikan bahwa seorang akademisi besar tetap bisa menjadi “Guru Bangsa” yang rendah hati dan memiliki empati mendalam terhadap penderitaan rakyat. Ia mengingatkan kita bahwa puncak dari segala ilmu pengetahuan adalah tumbuhnya rasa cinta dan kasih sayang kepada semesta alam, sejalan dengan prinsip Rahmatan lil ‘Alamin.

Karya Utama

  • Psikologi Komunikasi (1985) Buku (Akademik)
  • Islam Aktual: Refleksi Sosial Seorang Cendekiawan Muslim (1991) Buku
  • The Road to Allah: Tahapan-tahapan Perjalanan Ruhani (2007) Buku (Tasawuf)

Sumber Referensi

Kontributor

Anonim

Diperbarui: 6 Maret 2026