Julia Suryakusuma
| Lahir | 1954 New Delhi, India |
| Afiliasi | Jurnal Perempuan, Komunitas Salihara, Yayasan Almanak Politik Indonesia (API) |
| Pendidikan |
|
| Bidang | studi gender, sosiologi, politik, jurnalisme |
Pokok Pikiran & Kontribusi
Ibuisme Negara (State Ibuism); kritik terhadap konstruksi gender Orde Baru; hubungan antara seksualitas, kekuasaan, dan agama; feminisme yang provokatif dan intelektual.
Julia Suryakusuma adalah salah satu pemikir feminis paling provokatif, tajam, dan intelektual di Indonesia. Namanya dikenal secara internasional melalui teori “Ibuisme Negara” (State Ibuism), sebuah analisis brilian tentang bagaimana rezim Orde Baru mengonstruksi peran perempuan hanya sebagai pendamping suami dan pengurus rumahtangga demi stabilitas politik dan pembangunan ekonomi. Melalui tulisan-tulisannya yang blak-blakan, Julia membongkar mekanisme kekuasaan yang bekerja di bilik-bilik domestik hingga ke puncak birokrasi negara.
Inti dari pemikiran Julia adalah hubungan segitiga antara Seks, Kekuasaan, dan Agama. Ia berargumen bahwa penindasan terhadap perempuan sering kali dilakukan melalui pelabelan moralitas yang dikontrol oleh negara dan tafsir agama yang kaku. Dengan gaya bahasa yang satir namun berbasis data akademik yang kuat, ia menggugat segala bentuk kemunafikan sosial di Indonesia—mulai dari poligami terselubung pejabat, komersialisasi tubuh perempuan, hingga politisasi identitas. Baginya, otonomi tubuh perempuan adalah syarat mutlak bagi kesehatan sebuah demokrasi.
Julia bukan sekadar akademisi di menara gading; ia adalah seorang intelektual publik yang secara konsisten menyuarakan kritiknya melalui kolom-kolom reguler di media massa internasional. Sejak akhir era 70-an, ia telah menjadi motor bagi gerakan perempuan di Indonesia, termasuk perannya dalam mendirikan Jurnal Perempuan. Ia menunjukkan bahwa feminisme bukanlah sekadar gerakan “anti-laki-laki”, melainkan perjuangan untuk memanusiakan seluruh warga negara, tanpa pandang gender, agar terbebas dari jerat kontrol otoritarianisme yang berbasis pada patriarki.
Warisannya adalah sebuah paradigma baru dalam melihat hubungan antara kehidupan pribadi dan kehidupan politik di Indonesia. Karyanya telah menjadi referensi wajib di berbagai universitas di seluruh dunia yang mengkaji studi gender di Asia Tenggara. Hingga kini, Julia tetap menjadi suara yang “menyegarkan sekaligus menyengat” di tengah kelesuan nalar kritis publik. Ia mengajarkan bahwa kejujuran intelektual harus tetap dijaga, meskipun harus melawan arus besar tradisi atau kemauan penguasa. Julia Suryakusuma adalah penjaga gawang akal sehat bagi martabat perempuan Indonesia.
Karya Utama
- Ibuisme Negara: Konstruksi Sosial Keperempuanan Orde Baru (1988/2011) Buku (Kompilasi Riset)
- Sex, Power and Nation (2004) Antologi Esai
- Julia’s Jihad (2013) Buku (Koleksi Kolom)
Sumber Referensi
Kontributor
Anonim