Karlina Supelli
| Lahir | 1958 Jakarta |
| Afiliasi | STF Driyarkara, Planetarium Jakarta, Suara Ibu Peduli |
| Pendidikan |
|
| Bidang | astronomi, filsafat sains (kosmologi), etika, humanisme |
Pokok Pikiran & Kontribusi
Filsafat sains sebagai jembatan kemanusiaan; Kosmologi Empiris-Konstruktif; tanggung jawab intelektual terhadap ruang publik; hubungan antara nalar astronomis dan etika moral.
Dr. Karlina Leksono Supelli adalah figur intelektual yang unik di Indonesia, seorang ahli astronomi yang kemudian melabuhkan dedikasinya ke dalam dunia filsafat. Sebagai perempuan pertama di Indonesia yang menyandang gelar sarjana astronomi, ia memiliki perspektif yang luas tentang jagat raya, yang kemudian ia gunakan untuk membedah persoalan-persoalan kemanusiaan di bumi. Karlina dikenal bukan hanya karena kedalaman pemikiran kosmologisnya, tetapi juga karena keberanian moralnya sebagai aktivis di garda depan gerakan reformasi 1998.
Pokok pemikiran Karlina menjembatani antara ketegasan sains material dengan kelembutan etika humanisme. Dalam disertasinya yang monumental di Universitas Indonesia, ia memperkenalkan apa yang disebut sebagai “Kosmologi Empiris-Konstruktif”. Ia berargumen bahwa pemahaman kita tentang alam semesta bukan sekadar refleksi pasif dari fakta objektif, melainkan sebuah konstruksi pikiran manusia yang dipengaruhi oleh keterbatasan nalar dan alat indra. Baginya, sains yang paling canggih sekalipun tidak boleh melepaskan diri dari tanggung jawab etis terhadap kehidupan manusia.
Sebagai pengajar tetap di STF Driyarkara, Karlina secara konsisten menyuarakan tentang pentingnya “Tanggung Jawab Moral” intelektual di tengah kekuasaan. Ia sangat mengkhawatirkan munculnya fanatisme dan hilangnya kemandirian nalar dalam masyarakat modern. Dalam pandangannya, pendidikan sejati harus mampu melahirkan individu yang tidak hanya cerdas secara teknokratis, tetapi juga memiliki kepekaan batin untuk menolak ketidakadilan. Sikap ini ia tunjukkan secara nyata saat memimpin gerakan “Suara Ibu Peduli” yang memprotes rezim Orde Baru melalui aksi damai yang berisiko tinggi.
Warisan Karlina Supelli adalah sebuah model intelektual transdisipliner. Ia membuktikan bahwa seorang ilmuwan bisa menjadi seorang filsuf yang lembut, dan seorang akademisi bisa menjadi pejuang kemanusiaan yang tangguh. Melalui tulisan dan kuliah-kuliahnya, ia terus mengajak generasi baru Indonesia untuk tidak pernah berhenti bertanya tentang makna keberadaan kita di tengah semesta yang tak bertepi, sambil tetap menjaga nyala api keadilan di dalam diri. Karlina adalah cahaya yang mengingatkan bahwa nalar astronomis harus selalu berlabuh pada integritas moral yang membumi.
Karya Utama
- "Wajah-Wajah Alam Semesta" (Disertasi) (1997) Buku (Kosmologi)
- Dari Kosmologi ke Dialog (2011) Buku
- Terbuka untuk Semua: Keilmuan, Agama, dan Humanitas (2021) Buku
Sumber Referensi
Kontributor
Anonim