Kasmat Bahoewinangoen
| Lahir | 1908 Kotagede, Yogyakarta |
| Wafat | 1996 |
| Afiliasi | Muhammadiyah, Universitas Islam Indonesia, Partai Masyumi |
| Pendidikan |
|
| Bidang | hukum, politik islam |
Pokok Pikiran & Kontribusi
Menekankan pada integrasi nilai-nilai keadilan sosial Islam ke dalam kerangka negara hukum modern serta pentingnya supremasi hukum dalam birokrasi pemerintahan.
Mr. Kasmat Bahoewinangoen adalah seorang intelektual hukum, birokrat berintegritas, and tokoh penting dalam sejarah perkembangan institusi pendidikan Islam di Indonesia. Merupakan penyandang gelar Meester in de Rechten dari Universitas Leiden, Belanda, ia menjadi representasi dari generasi intelektual Muslim modernis yang memadukan pendidikan Barat dengan nilai-nilai Islam yang kuat. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah mengemban berbagai jabatan strategis, termasuk sebagai Bupati Kulon Progo, anggota Konstituante mewakili Partai Masyumi, serta Rektor kedua Universitas Islam Indonesia (UII) yang menjabat pada tahun 1960–1963.
Pemikiran Kasmat Bahoewinangoen berakar pada keyakinan bahwa Islam harus menjadi landasan etis and hukum dalam kehidupan bernegara yang demokratis. Sebagai seorang ahli hukum, ia menekankan pentingnya supremasi hukum and administrasi pemerintahan yang bersih dari praktik korupsi, sebuah prinsip yang ia terapkan secara nyata selama masa jabatannya di birokrasi. Pandangan politiknya yang moderat namun teguh pada prinsip menjadikannya sosok yang dihormati di lingkungan Muhammadiyah and Masyumi, di mana ia senantiasa memperjuangkan integrasi nilai-nilai keadilan sosial Islam ke dalam kerangka negara hukum modern.
Kontribusi terbesarnya bagi dunia intelektual adalah peranannya dalam memperkuat fondasi akademik and institusional UII pada masa-masa krusial awal kemerdekaan. Ia meyakini bahwa pendidikan tinggi Islam harus mampu mencetak kader-kader bangsa yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki integritas moral yang bersumber dari pemahaman agama yang mendalam. Hingga akhir hayatnya, Kasmat Bahoewinangoen dikenal sebagai sosok teknokrat yang rendah hati and teladan bagi para pamong praja mengenai bagaimana kekuasaan harus dijalankan sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan and rakyat.
Karya Utama
- Draf Kebijakan Akademik UII: Pembukaan Fakultas Syari'ah dan Tarbiyah (1962) Naskah Kebijakan
- Konsep Integrasi Ilmu Agama dan Umum di Pendidikan Tinggi (1961) Makalah/Pidato
Sumber Referensi
Kontributor
Anonim