Kees Bertens
| Lahir | 1936 Tilburg, Belanda |
| Wafat | 2024 |
| Afiliasi | Serikat Misionaris Hati Kudus (MSC), Unika Atma Jaya, STF Driyarkara |
| Pendidikan |
|
| Bidang | etika, sejarah filsafat, filsafat Barat, psikoanalisis |
Pokok Pikiran & Kontribusi
Sistematisasi etika terapan (etika bisnis dan biomedis) di Indonesia; sejarah filsafat sebagai fondasi cara berpikir kritis; etika sebagai refleksi filosofis atas moralitas; pengenalan pemikiran psikoanalisis Freud dalam konteks filsafat.
Prof. Dr. Kees Bertens adalah “Socrates dari Tilburg” yang telah menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk menyemai benih-benih etika di tanah Indonesia. Sebagai seorang misionaris Jesuit-MSC, ia datang ke Indonesia pada tahun 1968 dan segera menjadi tokoh sentral dalam pengembangan studi filsafat sistematis di tanah air. Dengan ketelitian akademik ala Eropa yang dipadukan dengan penguasaan bahasa Indonesia yang luar biasa, Bertens berhasil menyusun literatur filsafat yang hingga kini menjadi kitab wajib bagi hampir seluruh mahasiswa filsafat dan ilmu sosial di Indonesia.
Kontribusi monumentalnya terletak pada bidang etika. Bukunya yang berjudul Etika (1993) adalah karya standar yang mendefinisikan apa itu moralitas, kebebasan, tanggung jawab, dan hati nurani bagi pembaca Indonesia. Bertens tidak hanya bicara tentang teori etika klasik (seperti deontologi atau utilitarisme), tetapi ia adalah pelopor dalam “Etika Terapan”. Ia membawa diskursus etika ke ranah yang sangat pragmatis seperti dunia medis melalui etika biomedis, dan dunia korporasi melalui etika bisnis, menekankan bahwa kejujuran dan integritas adalah modal utama bagi keberlangsungan peradaban modern.
Selain etika, Bertens adalah seorang sejarawan filsafat yang ulung. Melalui seri buku sejarah filsafat Yunani hingga filsafat kontemporer, ia memberikan peta yang jelas bagi kaum intelektual Indonesia untuk memahami silsilah pemikiran manusia. Ia memiliki kemampuan luar biasa untuk menjelaskan ide-ide rumit (seperti fenomenologi atau eksistensialisme) dalam bahasa yang jernih dan terstruktur. Ia juga merupakan pintu masuk utama bagi pembaca Indonesia untuk memahami psikoanalisis Sigmund Freud melalui terjemahan dan ulasan kritisnya yang tajam.
Selama puluhan tahun mengajar di STF Driyarkara dan UNIKA Atma Jaya, Kees Bertens telah mencetak ribuan cendekiawan dan birokrat yang memiliki sensitivitas moral. Meski ia telah berpulang pada tahun 2024, warisannya sebagai “Guru Etika Indonesia” tetap abadi. Karyanya tetap menjadi kompas bagi mereka yang tengah mencari kejelasan di tengah kerumitan persoalan moral bangsa. Bertens telah membuktikan bahwa filsafat bukanlah menara gading, melainkan cermin harian bagi seorang manusia untuk hidup secara sadar dan bertanggung jawab.
Karya Utama
- Etika (1993) Buku
- Sejarah Filsafat Yunani (1975) Buku
- Pengantar Etika Bisnis (2000) Buku
- Psikoanalisis Sigmund Freud (2006) Buku/Terjemahan
Sumber Referensi
Kontributor
Anonim