M. Sastrapratedja
| Lahir | 1943 Indonesia |
| Afiliasi | Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Universitas Sanata Dharma |
| Pendidikan |
|
| Bidang | filsafat, pendidikan, budaya |
Pokok Pikiran & Kontribusi
Mengembangkan 'Filsafat Manusia' dan etika politik Pancasila sebagai proses humanisasi yang dinamis guna membela otonomi subjek di tengah sistem yang mendehumanisasi.
Romo Prof. Dr. M. Sastrapratedja, S.J. adalah salah satu tokoh filsafat kontemporer Indonesia yang paling berpengaruh, khususnya dalam membangun fondasi antropologi filosofis dan etika publik yang humanis. Sebagai imam Yesuit dan akademisi yang lama memimpin STF Driyarkara dan Universitas Sanata Dharma, ia dikenal karena kemampuannya menyederhanakan pemikiran filsafat yang berat menjadi refleksi yang jernih, sistematis, dan aksesibel bagi publik luas. Fokus intelektualnya adalah memposisikan manusia bukan sebagai objek statistik atau alat kekuasaan, melainkan sebagai subjek otonom yang memiliki martabat dan kebebasan.
Inti kontribusi pemikiran Sastrapratedja terletak pada “Filsafat Manusia” yang ia kembangkan melalui pendekatan fenomenologi dan hermeneutika. Baginya, manusia adalah makhluk multidimensional yang hanya bisa dipahami dalam relasinya dengan sesama, dunia, dan Yang Transenden. Ia secara tajam melakukan kritik ideologi terhadap sistem yang mendehumanisasi manusia, baik itu melalui teknokrasi yang berlebihan, materialisme, maupun otoritarianisme politik. Melalui buku monumentalnya, Pendidikan sebagai Humanisasi, ia menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan bukanlah sekadar mencetak tenaga kerja terampil, melainkan membantu individu untuk terus-menerus “menjadi manusia” yang memiliki kepekaan moral dan kepedulian sosial.
Selain antropologi, Sastrapratedja memiliki kepakaran dalam bedah filosofis terhadap Pancasila. Ia merumuskan etika politik Pancasila sebagai kompas moral bagi bangsa Indonesia yang majemuk untuk mewujudkan keadilan sosial. Pemikirannya menekankan pentingnya multikulturalisme dan dialog antarbudaya sebagai sarana untuk membangun karakter bangsa yang inklusif. Warisan pemikirannya memberikan perangkat intelektual bagi para pendidik dan aktivis untuk tetap menjaga api kemanusiaan di tengah arus perubahan zaman yang serba cepat. Sosoknya merupakan bukti bahwa filsafat yang mendalam harus selalu berakar pada kecintaan terhadap martabat manusia secara tulus.
Karya Utama
- Filsafat Manusia (Buku Teks Standar) (1982) Buku
- Etika Politik Pancasila (2004) Buku
- Pendidikan sebagai Humanisasi (2013) Buku
Sumber Referensi
Kontributor
Anonim