Mubyarto

Sleman, Yogyakarta · 1938 – 2005
Mubyarto
Lahir 1938
Sleman, Yogyakarta
Wafat 2005
Afiliasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Mubyarto Institute, Bappenas
Pendidikan
  • Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada
  • Doktor (Ph.D) Ekonomi Pertanian, Iowa State University, AS
Bidang ekonomi, sosiologi, pertanian

Pokok Pikiran & Kontribusi

Mengembangkan teori 'Ekonomi Pancasila' sebagai sistem ekonomi kerakyatan yang berbasis pada etika religius, nasionalisme ekonomi, dan keadilan sosial bagi rakyat kecil.

Prof. Dr. Mubyarto adalah seorang intelektual raksasa yang dihormati sebagai “Begawan Ekonomi Kerakyatan” di Indonesia. Peran intelektualnya sangat krusial dalam menawarkan alternatif sistemik terhadap dominasi teori ekonomi neoliberal yang dianggapnya kurang relevan dengan realitas sosiopolitik dan budaya Indonesia. Sebagai Guru Besar di Universitas Gadjah Mada, ia memelopori penggunaan metode induktif-empiris dalam riset ekonomi, di mana teori tidak sekadar diturunkan dari buku teks Barat, melainkan digali langsung dari interaksi dengan masyarakat miskin, petani, dan nelayan di pelosok Nusantara.

Kontribusi intelektual utama Mubyarto adalah pengembangan sistem “Ekonomi Pancasila”. Ia merumuskan bahwa ekonomi Indonesia harus digerakkan oleh tiga rangsangan sekaligus: ekonomi, sosial, dan moral. Baginya, pembangunan tidak boleh hanya mengejar angka pertumbuhan PDB yang seringkali hanya menguntungkan segelintir konglomerat (trickle-down effect yang gagal), melainkan harus berorientasi pada pemerataan sosial dan penguatan koperasi sebagai soko guru perekonomian. Ia menekankan pentingnya nasionalisme ekonomi untuk menjaga kedaulatan bangsa di tengah arus globalisasi. Pemikirannya terwujud secara praktis melalui inisiasi program Inpres Desa Tertinggal (IDT) yang berfokus pada pemberdayaan akar rumput.

Integritas moral Mubyarto dikenal sangat tinggi; ia adalah ilmuwan yang konsisten antara kata dan perbuatan, menolak segala bentuk kemewahan dan tetap setia membela nasib “wong cilik”. Melalui buku monumentalnya, Ekonomi Pancasila, ia meletakkan landasan filosofis bagi sistem ekonomi yang humanis dan berkeadilan. Warisan pemikirannya memberikan kompas bagi para ekonom dan pembuat kebijakan untuk selalu menempatkan kemanusiaan di atas keuntungan finansial. Sosoknya merupakan bukti bahwa intelektualitas sejati haruslah bermuara pada perjuangan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Karya Utama

  • Ekonomi Pancasila: Gagasan dan Kemungkinan (1987) Buku
  • Pengantar Ekonomi Pertanian (1973) Buku
  • Reformasi Sistem Ekonomi: Dari Kapitalisme ke Ekonomi Pancasila (1998) Buku

Sumber Referensi

Kontributor

Anonim

Diperbarui: 7 Maret 2026