Muhammad Anis
| Lahir | 1957 Jakarta |
| Afiliasi | Universitas Indonesia |
| Pendidikan |
|
| Bidang | teknologi, pendidikan |
Pokok Pikiran & Kontribusi
Hilirisasi riset teknologi material untuk kemandirian industri nasional serta penguatan tata kelola universitas otonom yang transparan dan akuntabel.
Muhammad Anis adalah seorang ilmuwan teknik metalurgi dan pemimpin akademik yang memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas dan integritas Universitas Indonesia (UI). Ia tercatat sebagai alumni pertama Jurusan Metalurgi FTUI yang berhasil meraih gelar doktor, sebuah pencapaian yang membuktikan kapasitas intelektualnya di bidang ilmu material. Sepanjang kariernya, Anis mengabdi di berbagai posisi strategis birokrasi kampus, hingga akhirnya terpilih sebagai Rektor UI periode 2014–2019. Kepemimpinannya dikenal karena pendekatannya yang tenang, prosedural, dan fokus pada pembenahan sistem internal pasca-masa transisi yang penuh gejolak.
Pemikiran ilmiah Muhammad Anis berfokus pada teknik penyambungan material dan analisis kegagalan logam. Sebagai pendiri Centre for Material Processing and Failure Analysis (CMPFA) di FTUI, ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi material sebagai fondasi bagi kemajuan industri manufaktur dan infrastruktur di Indonesia. Ia berargumen bahwa riset universitas tidak boleh berhenti di perpustakaan, melainkan harus dihilirisasi menjadi solusi bagi permasalahan nyata industri nasional. Melalui buku teksnya tentang pengelasan material, ia telah mendidik ribuan insinyur Indonesia untuk memahami aspek keamanan dan kualitas dalam rekayasa fisik.
Sebagai seorang pimpinan universitas, Anis merupakan penganjur otonomi kampus yang bertanggung jawab. Ia menginisiasi penerapan sistem e-katalog dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan UI guna mencegah praktik korupsi dan meningkatkan transparansi anggaran. Visi “UI untuk Bangsa” yang ia usung menekankan pada peran perguruan tinggi sebagai laboratorium solusi bagi masalah-masalah kemanusiaan dan pembangunan nasional. Integritas pribadinya yang bersih dari skandal hukum menjadikannya sosok yang dihormati sebagai teknokrat pendidikan yang berhasil menyinergikan ketajaman riset dengan etika birokrasi.
Karya Utama
- Las Material: Proses Penyambungan dan Permasalahan yang Ditimbulkan (2005) Buku Teks
- UI Menuju Universitas Riset Klas Dunia (2015) Artikel/Esai
Sumber Referensi
Kontributor
Anonim