Mulyadhi Kartanegara

Tangerang, Banten · 1959
Mulyadhi Kartanegara
Lahir 1959
Tangerang, Banten
Afiliasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Pendidikan
  • UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • University of Chicago, AS (Ph.D., 1996)
Bidang filsafat Islam, tasawuf, integrasi ilmu

Pokok Pikiran & Kontribusi

Integrasi ilmu melalui rekonstruksi epistemologi Islam; konsep 'Mystico-Philosophic' (Mistiko-Filosofis) yang menyatukan akal, indra, dan hati; penolakan terhadap pemisahan ilmu sekuler dan agama; reaktualisasi sains Islam klasik.

Prof. Dr. Mulyadhi Kartanegara adalah salah satu pemikir garda depan di Indonesia yang secara konsisten memperjuangkan “Integrasi Ilmu”. Sebagai Guru Besar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, ia berupaya meruntuhkan tembok pemisah antara ilmu-ilmu umum (sains) dan ilmu-ilmu agama yang selama ini dianggap sebagai dua entitas yang berbeda. Bagi Mulyadhi, kegagalan dunia pendidikan Islam modern berakar pada dikotomi ilmu yang mencerabut kebenaran saintifik dari akar teologisnya.

Kontribusi filosofis terpentingnya adalah pengembangan epistemologi “Mistiko-Filosofis”. Ia berargumen bahwa dalam tradisi Islam klasik, pencarian kebenaran tidak hanya mengandalkan indra (empirisme) atau akal (rasionalisme) semata, tetapi juga melibatkan intuisi atau hati (qalb). Pendekatan ini memungkinkan manusia untuk memahami realitas fisik dan metafisik secara holistik. Ia menolak sains Barat yang cenderung sekular-materialistik karena dianggap meniadakan dimensi spiritual dalam memahami alam semesta.

Melalui bukunya Mengislamkan Nalar (2007), Mulyadhi menawarkan sebuah respons terhadap modernitas dengan cara menghidupkan kembali “Nalar Religius”. Ia menekankan bahwa integrasi ilmu bukan sekadar tempelan ayat-ayat Al-Qur’an pada teori sains, melainkan sebuah rekonstruksi mendasar pada level ontologis dan metodologis. Ia ingin membuktikan bahwa tradisi ilmiah Islam klasik (seperti karya Ibnu Sina atau Al-Biruni) telah lama mempraktikkan pengamatan saintifik yang ketat dengan tetap berpijak pada keyakinan terhadap Sang Pencipta.

Warisan intelektual Mulyadhi Kartanegara sangat terasa dalam transformasi institusional perguruan tinggi Islam di Indonesia dari IAIN menjadi UIN. Ia meyakinkan banyak kalangan bahwa universitas Islam harus mampu mengkaji fisika, ekonomi, dan kedokteran dengan paradigma yang integral. Melalui berbagai tulisannya yang ensiklopedis, ia mengajak generasi baru untuk tidak lagi merasa minder di hadapan sains modern, melainkan berani melakukan sintesis kreatif demi kemajuan peradaban yang berakhlak dan berilmu.

Karya Utama

  • Integrasi Ilmu: Sebuah Rekonstruksi Holistik (2005) Buku
  • Mengislamkan Nalar: Sebuah Respons terhadap Modernitas (2007) Buku
  • Menyibak Tirai Kejahilan: Pengantar Epistemologi Islam (2003) Buku
  • Nalar Religius: Memahami Hakikat Tuhan, Alam, dan Manusia (2007) Buku

Sumber Referensi

Kontributor

Anonim

Diperbarui: 6 Maret 2026