| Lahir | 1870 Muntilan, Magelang, Jawa Tengah |
| Wafat | 1959 |
| Afiliasi | Tarekat Syadziliyah, Pesantren Darussalam Watucongol |
| Pendidikan |
|
| Bidang | agama, filsafat |
Pokok Pikiran & Kontribusi
Melakukan pribumisasi ajaran Tarekat Syadziliyah di Nusantara melalui penguatan literasi 'manaqib' sebagai sarana edukasi spiritual dan keseimbangan antara syariat dan hakikat.
Kiai Haji Nahrowi Dalhar, atau yang lebih dikenal sebagai Mbah Dalhar Watucongol, adalah seorang ulama sufi kharismatik yang memiliki pengaruh mendalam dalam tradisi intelektual Islam tradisional di Jawa. Sebagai mursyid Tarekat Syadziliyah, ia tidak hanya berperan sebagai pemimpin spiritual, tetapi juga sebagai pemikir yang berhasil mendialogkan nilai-nilai tasawuf yang luhur dengan realitas kehidupan masyarakat pedesaan. Pengembaraan intelektualnya selama lebih dari dua dekade di Makkah menjadikannya jembatan penting bagi transmisi keilmuan Islam klasik dari pusat peradaban dunia ke tanah air.
Kontribusi pemikiran Nahrowi Dalhar yang paling signifikan tertuang dalam karyanya, Tanwirul Ma’ani. Kitab ini merupakan teks biografi spiritual (manaqib) Syekh Abu Hasan Asy-Syadzili yang disusun sedemikian rupa sehingga menjadi panduan filosofis bagi para pencari kebenaran. Melalui narasi tersebut, ia menanamkan nilai-nilai syukur, ridha, dan kemandirian batin. Ia mengajarkan tasawuf yang tidak bersifat eskapis atau meninggalkan dunia secara total, melainkan tasawuf yang aktif di mana dunia ditempatkan di tangan untuk kemaslahatan, bukan di dalam hati yang dapat membelenggu jiwa.
Filosofi kemandirian Mbah Dalhar juga tercermin dalam ijazah doa “Ubat-Ubet” yang melegenda di kalangan santri. Di balik aspek ritualnya, terdapat pesan filosofis yang kuat tentang etos kerja dan ketangguhan ekonomi sebagai bagian dari jalan pengabdian kepada Tuhan. Sebagai guru dari para ulama besar Nusantara seperti KH Mahrus Aly (Lirboyo) dan KH Chudlori (Tegalrejo), Nahrowi Dalhar telah meletakkan fondasi karakter santri yang moderat, berwibawa, dan memiliki kedalaman spiritual yang berakar pada tradisi intelektual Islam yang autentik.
Karya Utama
- Tanwirul Ma'ani fi Manaqibi Syaikh Abi Al-Hasan Ali Asy-Syadzili (1930) Buku
- Ijazah Amalan Ubat-Ubet (Falsafah Kemandirian Ekonomi) (1940) Esai
Sumber Referensi
Kontributor
Anonim