Nurcholish Madjid

Jombang, Jawa Timur · 1939 – 2005
Nurcholish Madjid
Lahir 1939
Jombang, Jawa Timur
Wafat 2005
Afiliasi HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), Paramadina, Universitas Paramadina, IAIN Syarif Hidayatullah
Pendidikan
  • Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Jombang
  • Pesantren Gontor, Ponorogo
  • IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta (S1)
  • University of Chicago, AS (Ph.D. Filsafat Islam, 1984)
Bidang agama, filsafat, pembaruan Islam

Pokok Pikiran & Kontribusi

Islam Yes, Partai Islam No — sekularisasi bukan sekularisme; pembaruan pemikiran Islam Indonesia agar kompatibel dengan demokrasi, pluralisme, dan modernitas; Islam sebagai rahmat bagi seluruh manusia.

Nurcholish Madjid (1939–2005), yang akrab disapa Cak Nur, adalah intelektual Muslim Indonesia paling berpengaruh pada paruh akhir abad ke-20—seorang pemikir yang dengan berani mengajukan gagasan pembaruan Islam di tengah iklim politik dan keagamaan yang sering tidak kondusif untuk pembaruan.

Gelegar pemikirannya pertama kali terasa pada 1970, ketika ia menyampaikan pidato bersejarah di Jakarta yang memuat kalimat provokatif: “Islam Yes, Partai Islam No.” Bagi banyak orang, kalimat itu terdengar mengejutkan—bahkan mungkin sesat. Tetapi bagi Cak Nur, itu adalah seruan untuk membedakan antara Islam sebagai agama yang universal dan Islam sebagai label politik partisan yang justru bisa mereduksi nilai-nilai Islam itu sendiri.

Ia mengembangkan konsep sekularisasi (bukan sekularisme)—yakni proses pembebasan pemikiran dari absolutisme dan berlebihan dalam memaknai hal-hal yang sebenarnya bersifat duniawi. Ini bukan seruan untuk memisahkan agama dari kehidupan, melainkan untuk mengembalikan agama pada esensi spiritualnya yang melampaui kepentingan politik sempit.

Setelah meraih Ph.D. di University of Chicago di bawah bimbingan Fazlur Rahman, Cak Nur mendirikan Yayasan Paramadina—sebuah lembaga yang menjadi pusat pengembangan pemikiran Islam progresif di Indonesia. Ia percaya bahwa Islam dan demokrasi, Islam dan pluralisme, adalah pasangan yang tidak harus bertentangan—bahkan harus saling menguatkan.

Ia wafat pada 2005, meninggalkan warisan intelektual yang terus diperdebatkan dan dikembangkan oleh murid-muridnya.

Karya Utama

  • Islam Kemodernan dan Keindonesiaan (1987) Buku
  • Islam Agama Kemanusiaan (1995) Buku
  • Indonesia Kita (2003) Buku
  • Pintu-Pintu Menuju Tuhan (1994) Buku

Sumber Referensi

Kontributor

Anonim

Diperbarui: 6 Maret 2026