Pratiwi Pujilestari Sudarmono

Bandung, Jawa Barat · 1952
Pratiwi Pujilestari Sudarmono
Lahir 1952
Bandung, Jawa Barat
Afiliasi Universitas Indonesia (FKUI), NASA (Payload Specialist)
Pendidikan
  • Dokter (M.D.), Universitas Indonesia
  • Doktor (Ph.D) Biologi Molekuler, Universitas Osaka, Jepang
Bidang sains, kedokteran, teknologi

Pokok Pikiran & Kontribusi

Meneguhkan kedaulatan sains Indonesia melalui penguasaan mikrobiologi molekuler untuk kemandirian diagnosis penyakit menular serta mengeksplorasi potensi kehidupan dalam mikrogravitasi.

Prof. Dr. Pratiwi Pujilestari Sudarmono adalah seorang ilmuwan mikrobiologi terkemuka dan simbol kemajuan intelektual perempuan Indonesia di panggung sains internasional. Namanya mencatat sejarah dunia ketika ia terpilih oleh NASA sebagai Payload Specialist asal Indonesia pertama untuk misi luar angkasa STS-61-H pada tahun 1985. Meskipun peluncuran tersebut akhirnya dibatalkan akibat tragedi Challenger, Pratiwi telah meletakkan standar emas bagi kapasitas intelektual ilmuwan Nusantara yang mampu bersaing di garis depan eksplorasi teknologi antariksa global.

Pemikiran ilmiah Pratiwi berfokus pada integrasi biologi molekuler untuk memecahkan masalah kesehatan masyarakat yang endemik di Indonesia. Sebagai pakar mikrobiologi molekuler, ia secara konsisten mengadvokasi pentingnya kemandirian laboratorium nasional dalam mendiagnosis penyakit secara cepat dan akurat. Ia meyakini bahwa kedaulatan sebuah bangsa sangat bergantung pada ketangguhan sistem sains kesehatannya. Selama pandemi COVID-19, kontribusi intelektualnya sangat krusial dalam memperkuat kapasitas pengujian PCR nasional dan memetakan respons imun masyarakat terhadap vaksin, membuktikan bahwa sains tinggi harus selalu memiliki relevansi praktis bagi keselamatan jiwa manusia.

Sebagai pendidik dan Guru Besar di Universitas Indonesia, Pratiwi menanamkan visi tentang sains sebagai instrumen pembebasan dari kebodohan dan keterbelakangan budaya. Ia menekankan bahwa masalah kesehatan seringkali berakar pada kurangnya literasi sains di masyarakat. Melalui berbagai risetnya tentang penyakit menular seperti tipus, leptospirosis, hingga hepatitis, ia terus mendorong kolaborasi riset interdisipliner. Warisan intelektualnya memberikan inspirasi bagi generasi muda Indonesia, terutama kaum perempuan, untuk berani menembus batas-batas pengetahuan konvensional—dari mikroskop hingga cakrawala luar angkasa—demi kemajuan peradaban.

Karya Utama

  • Biologi Molekuler Salmonella typhi (Penelitian Dasar) (1990) Artikel
  • Diagnosis Laboratorium Penyakit Infeksi (2015) Buku
  • Respons Imun terhadap Vaksinasi SARS-CoV-2 di Indonesia (2021) Artikel

Sumber Referensi

Kontributor

Anonim

Diperbarui: 7 Maret 2026