| Lahir | 1942 Watansoppeng, Soppeng, Sulawesi Selatan |
| Wafat | 2020 |
| Afiliasi | Universitas Hasanuddin (Unhas), Wantimpres RI, Pemerintah Kabupaten Wajo |
| Pendidikan |
|
| Bidang | Ilmu Pertanian, Ekonomi Pertanian, Manajemen Pembangunan Daerah |
Pokok Pikiran & Kontribusi
Inovasi sistem irigasi "Pompanisasi" (Irigasi Tanpa Bendungan) untuk swasembada pangan; integrasi kebijakan pertanian-birokrasi dalam pembangunan daerah; otonomi kampus dan pengembangan pusat studi HAM di perguruan tinggi.
Prof. Dr. Ir. Radi Abdullah Gany adalah sosok multidimensi yang dikenal sebagai akademisi sejati sekaligus birokrat visioner dalam sejarah pembangunan Indonesia Timur. Pengabdian panjangnya mencakup berbagai posisi strategis, mulai dari Bupati Wajo (1985-1993), Rektor Universitas Hasanuddin (1997-2006), hingga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) bidang Pertanian pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia adalah representasi dari intelektual publik yang mampu menerjemahkan teori-teori pertanian rumit menjadi solusi konkret bagi kesejahteraan petani di lapangan.
Capaian pemikiran Radi A. Gany yang paling melegenda adalah inovasi “Pompanisasi” atau sering dijuluki sebagai “Irigasi Tanpa Bendungan”. Saat menjabat sebagai Bupati Wajo, ia menghadapi tantangan besar mengairi puluhan ribu hektar sawah di sekitar Danau Tempe yang seringkali kering saat kemarau namun banjir saat hujan. Bukannya membangun bendungan raksasa yang mahal, ia merancang sistem pompa masif yang terintegrasi untuk mengalirkan air danau langsung ke lahan warga. Inisiatif ini tidak hanya membawa Kabupaten Wajo mencapai swasembada pangan, namun juga menjadikannya pelopor nasional dalam efisiensi pengelolaan air pertanian, yang kemudian diganjar dengan Satya Lencana Pembangunan pada tahun 1992.
Selama menjabat sebagai Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) dua periode, Radi A. Gany dikenal sebagai peletak dasar modernisasi tata kelola kampus. Ia percaya bahwa universitas tidak boleh menjadi “menara gading”, melainkan harus peka terhadap isu-isu kemanusiaan dan hak asasi. Dedikasinya dalam hal ini mewujud pada pendirian Pusat Studi HAM di Unhas, yang merupakan langkah progresif bagi sebuah perguruan tinggi di masa tersebut. Gaya kepemimpinannya yang egaliter dan mengedepankan dialog akademik menjadikannya salah satu rektor yang paling dihormati oleh segenap sivitas akademika.
Radi A. Gany bukan hanya ahli dalam urusan tanaman dan tanah, tetapi juga memiliki kedalaman analisis di bidang ekonomi pertanian. Ia percaya bahwa kedaulatan pangan nasional hanya dapat dicapai melalui penguatan basis produksi di tingkat daerah dan kepastian harga bagi petani kecil. Kepergiannya pada Februari 2020 meninggalkan warisan berupa filosofi pembangunan yang memadukan kearifan lokal dengan inovasi teknologi. Ia adalah figur teladan yang membuktikan bahwa penguasaan atas ilmu pengetahuan, jika dibarengi dengan kejujuran pengabdian, mampu mengubah wajah sebuah daerah dan memberikan harapan nyata bagi jutaan rakyat.
Karya Utama
- Inovasi Pompanisasi: Strategi Pengelolaan Lahan di Sekitar Danau Tempe (1990) Laporan/Inovasi (Bupati Wajo)
- Ekonomi Pertanian Indonesia dalam Perspektif Daerah (1995) Buku
- Transformasi Universitas Hasanuddin Menuju World Class University (2005) Artikel/Publikasi
Sumber Referensi
Kontributor
Anonim