Samaun Samadikun
| Lahir | 1931 Magetan, Jawa Timur |
| Wafat | 2006 |
| Afiliasi | Institut Teknologi Bandung (ITB), LIPI, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) |
| Pendidikan |
|
| Bidang | teknologi, sains, pendidikan |
Pokok Pikiran & Kontribusi
Meletakkan fondasi kemandirian teknologi nasional melalui riset mikroelektronika dan industri semikonduktor, serta merintis visi Bandung sebagai 'Kota Chip' Indonesia.
Prof. Dr. Samaun Samadikun adalah seorang ilmuwan, pendidik, dan birokrat yang diakui sebagai “Bapak Mikroelektronika Indonesia” dan “Sang Petani Silikon”. Peran intelektualnya sangat fundamental dalam meletakkan dasar kedaulatan teknologi nasional melalui penguasaan komponen inti elektronika. Sebagai lulusan Stanford University yang meraih paten internasional dalam proses fabrikasi semikonduktor, ia memiliki visi yang melampaui zamannya tentang bagaimana sebuah bangsa harus menguasai teknologi dari tingkat paling dasar (mikro) untuk dapat bersaing di panggung global.
Inti kontribusi pemikiran Samaun terletak pada keyakinannya bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen atau perakit barang elektronik luar negeri. Ia secara gigih memperjuangkan pembangunan infrastruktur riset chip di tanah air, salah satunya melalui pendirian Pusat Mikroelektronika ITB. Melalui konsep “Bandung High Technology Valley” (BHTV), ia bercita-cita menjadikan Bandung sebagai pusat integrasi antara pendidikan, riset, dan industri semikonduktor yang setara dengan Silicon Valley di Amerika Serikat. Baginya, kedaulatan informasi dan pertahanan sebuah bangsa di masa depan sangat bergantung pada kemampuannya memproduksi “otak” elektronik secara mandiri.
Sebagai Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Guru Besar di ITB, Samaun dikenal bukan hanya karena kecemerlangan teknisnya, melainkan juga karena ketulusannya dalam mendidik kader-kader ilmuwan muda. Filosofi “Petani Silikon” yang ia usung menggambarkan proses menanam transistor di atas kepingan silikon sebagai bentuk pertanian modern yang akan memanen kemajuan bagi bangsa. Warisan pemikirannya memberikan landasan strategis bagi pengembangan industri digital dan teknologi komunikasi di Indonesia saat ini. Sosoknya merupakan bukti nyata bahwa penguasaan sains tinggi harus selalu dibarengi dengan visi nasionalisme yang kuat demi kemandirian bangsa.
Karya Utama
- US Patent No. 3,888,708: Method for forming regions of predetermined thickness in silicon (1975) Artikel
- Mikroelektronika (Buku Teks) (1985) Buku
- Visi Bandung High Technology Valley (BHTV) (1990) Esai
Sumber Referensi
Kontributor
Anonim