Soerastri Karma Trimurti
| Lahir | 1912 Boyolali, Jawa Tengah |
| Wafat | 2008 |
| Afiliasi | Barisan Buruh Wanita (BBW), Gerakan Wanita Sedar (Gerwis), Petisi 50 |
| Pendidikan |
|
| Bidang | jurnalisme, politik, feminisme |
Pokok Pikiran & Kontribusi
Merumuskan filosofi jurnalisme perlawanan sebagai alat perjuangan kemerdekaan, serta mempelopori integrasi antara kedaulatan nasional dengan hak-hak buruh dan kemandirian perempuan.
Soerastri Karma Trimurti, atau yang lebih dikenal dengan inisial S.K. Trimurti, adalah seorang intelektual pejuang, jurnalis radikal, dan negarawan yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah pergerakan buruh dan perempuan di Indonesia. Sebagai jurnalis yang dibimbing langsung oleh Soekarno, ia memandang pena bukan sekadar alat profesi, melainkan senjata utama untuk meruntuhkan mentalitas kolonial. Keberaniannya menyuarakan kemerdekaan melalui berbagai publikasi seperti Pesat membuatnya berkali-kali dijebloskan ke penjara oleh Belanda maupun Jepang, namun integritas intelektualnya tetap tak tergoyahkan.
Kontribusi pemikiran Trimurti yang paling fundamental adalah keberhasilannya mengintegrasikan isu perburuhan dengan kedaulatan nasional. Menjabat sebagai Menteri Perburuhan pertama Indonesia, ia meletakkan fondasi legislasi perlindungan pekerja melalui UU Kerja 1948 yang sangat maju pada zamannya. Ia adalah pelopor yang memperjuangkan hak-hak reproduksi bagi buruh perempuan—seperti hak cuti haid dan cuti melahirkan—sebagai bagian dari martabat kemanusiaan yang harus dijamin oleh negara. Baginya, kemerdekaan sejati hanya mungkin tercapai jika kaum buruh (marhaen) dan perempuan memiliki kedaulatan ekonomi dan politik yang nyata.
Dalam bidang feminisme, Trimurti mengusung konsep kemandirian perempuan yang tegas. Ia menolak segala bentuk subordinasi perempuan dalam struktur patriarki dan praktik poligami, sebuah sikap moral yang ia tunjukkan dalam kehidupan pribadinya. Sebagai pendiri Barisan Buruh Wanita dan Gerwis, ia terus mendidik kaum perempuan untuk sadar akan hak-haknya sebagai warga negara yang setara. Warisan pemikirannya tetap hidup melalui “S.K. Trimurti Award” sebagai standar integritas bagi para jurnalis dan aktivis kemanusiaan di Indonesia, menjadikannya salah satu pilar moral dan intelektual dalam sejarah modern Nusantara.
Karya Utama
- 95 Tahun S.K. Trimurti, Pejuang Indonesia: Kumpulan Tulisan Terpilih (1939-1991) (2007) Buku
- UU Kecelakaan No. 33 Tahun 1947 (Perumus) (1947) Esai
- Pesat (Majalah Perjuangan) (1938) Surat Kabar
Sumber Referensi
Kontributor
Anonim