Soekarno
| Lahir | 1901 Surabaya, Jawa Timur |
| Wafat | 1970 |
| Afiliasi | PNI, BPUPKI, Presiden RI pertama |
| Pendidikan |
|
| Bidang | politik, filsafat negara, ideologi |
Pokok Pikiran & Kontribusi
Pancasila (Gotong Royong); Marhaenisme (Sosio-Nasionalisme & Sosio-Demokrasi); Revolusi Belum Selesai; Anti-Imperialisme (NEFO vs OLDEFO); Jasmerah (Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah).
Ir. Soekarno, atau Bung Karno, adalah Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia yang pemikirannya merupakan sintesis paling brilian dari berbagai arus ideologi besar dunia. Sebagai seorang arsitek secara pendidikan dan “Arsitek Bangsa” secara politik, ia berhasil merumuskan sebuah payung filosofis yang mampu menyatukan ribuan pulau dan ratusan etnis dalam satu wadah negara. Bung Karno bukan sekadar pemimpin politik, ia adalah seorang ideolog yang memiliki kemampuan retorika dan kedalaman visi yang sangat memukau dunia internasional.
Sumbangsih pemikirannya yang paling monumental adalah Pancasila. Dalam pidatonya 1 Juni 1945, ia menggali nilai-nilai luhur nusantara dan merumuskannya dalam lima prinsip yang ia peras menjadi satu inti: Gotong Royong. Ia juga mengembangkan Marhaenisme, sebuah ideologi yang membela hak-hak rakyat kecil (petani, pengrajin) yang memiliki alat produksi sendiri namun tetap tertindas oleh sistem kapitalisme dan kolonialisme. Baginya, kemerdekaan politik harus dibarengi dengan kedaulatan ekonomi dan kepribadian dalam kebudayaan (Trisakti).
Bung Karno adalah sosok anti-imperialisme yang gigih. Ia memperkenalkan konsep NEFO (New Emerging Forces) untuk mengajak bangsa-bangsa Asia-Afrika dan Amerika Latin bersatu melawan dominasi OLDEFO (Old Established Forces). Melalui Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung, ia berhasil menempatkan Indonesia sebagai pemimpin moral bagi bangsa-bangsa yang baru merdeka. Ia mengingatkan bahwa revolusi Indonesia belum selesai selama masih ada ketidakadilan sosial dan sisa-sisa mental inlandsch di benak rakyatnya.
Hingga akhir hayatnya dalam kondisi politik yang sulit, Bung Karno tetap memegang teguh visinya tentang Indonesia yang besar dan bermartabat. Warisannya adalah spirit cinta tanah air yang menggelora dan keyakinan bahwa Indonesia adalah bangsa yang memiliki takdir sejarah untuk menjadi pemimpin dunia. Meskipun sosoknya penuh dengan kerumitan sejarah, namun kontribusinya dalam meletakkan dasar filosofis negara tetap menjadi jangkar yang menjaga persatuan Indonesia hingga hari ini. Bung Karno adalah jantung dari identitas nasional kita.
Karya Utama
- Lahirnya Pancasila (1945) Pidato/Dokumen Dasar
- Indonesia Menggugat (1930) Pidato Pembelaan (Pledoi)
- Di Bawah Bendera Revolusi (1963) Kumpulan Tulisan
Sumber Referensi
Kontributor
Anonim