Th. Sumartana

Salatiga, Jawa Tengah · 1944 – 2003
Th. Sumartana
Lahir 1944
Salatiga, Jawa Tengah
Wafat 2003
Afiliasi Interfidei (Institut DIAN), Sekolah Tinggi Teologia (STT) Jakarta
Pendidikan
  • Sarjana Teologi, STT Jakarta
  • Doktor (Ph.D) Teologi, Vrije Universiteit, Amsterdam, Belanda
Bidang agama, filsafat, sejarah

Pokok Pikiran & Kontribusi

Meletakkan landasan teologi dialog di Indonesia melalui dekonstruksi eksklusivisme agama serta menjadikan dialog antariman sebagai praksis perjuangan demokrasi dan kemanusiaan.

Dr. Th. Sumartana adalah seorang teolog Protestan, intelektual publik, dan aktivis kemanusiaan yang dihormati sebagai “Bapak Dialog Antariman di Indonesia”. Sepanjang hayatnya, ia mendedikasikan diri untuk meruntuhkan tembok-tembok prasangka antarumat beragama guna membangun masyarakat Indonesia yang lebih demokratis, adil, dan beradab. Melalui pendirian Institut DIAN/Interfidei di Yogyakarta pada tahun 1991, ia menciptakan ruang perjumpaan intelektual pertama di Nusantara yang secara sistematis mempromosikan pluralisme sebagai kekuatan nasional, bukan sebagai ancaman.

Pemikiran teologis Sumartana berfokus pada pergeseran paradigma dari proselitisme (misi yang ekspansif) menuju dialog yang emansipatoris. Melalui disertasinya yang mendalam, ia membedah sejarah perjumpaan antara gerakan Kristen dan Islam pada masa kolonial untuk menunjukkan bagaimana agama sering kali terjebak dalam kompetisi kekuasaan. Ia mengadvokasi “Teologi dari Bawah” atau teologi kemanusiaan, yang menekankan bahwa ukuran kebenaran sebuah agama terletak pada sejauh mana agama tersebut mampu memberikan solusi bagi persoalan kemiskinan, ketidakadilan, dan penindasan. Baginya, dialog antariman bukan sekadar diskusi doktrinal di ruang akademis, melainkan sebuah gaya hidup di mana umat lintas iman bekerja sama secara nyata dalam merawat martabat manusia.

Sebagai intelektual yang gigih melawan kooptasi negara terhadap agama di era Orde Baru, Sumartana terus menyuarakan pentingnya independensi lembaga keagamaan. Ia meyakini bahwa perdamaian dunia mustahil tercapai tanpa perdamaian di antara agama-agama, dan perdamaian di antara agama-agama hanya mungkin terwujud melalui dialog yang jujur dan setara. Warisan pemikirannya tetap menjadi rujukan primer bagi studi kerukunan dan resolusi konflik di Indonesia. Sosoknya merupakan jembatan intelektual yang berhasil menghubungkan kesalehan iman dengan komitmen kewargaan yang inklusif demi masa depan bangsa yang majemuk.

Karya Utama

  • Mission at the Crossroads: Indigenous Churches and Sarekat Islam in Religious Tolerance (1991) Buku
  • Soal-Soal Teologis dalam Pertemuan Antar Agama (1993) Buku
  • Tuhan Tidak Perlu Dibela (Esai Semangat Dialog) (1995) Esai

Sumber Referensi

Kontributor

Anonim

Diperbarui: 7 Maret 2026